Kapal Induk KRI Sriwijaya-100 Disiapkan untuk Penanganan Bencana

Info Maritim16 Dilihat

Jakarta, indomaritim.com – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Muhammad Qodari mengatakan KRI Sriwijaya-100 disiapkan untuk mendukung penanganan bencana dengan kemampuan mengoperasikan helikopter dan pesawat nirawak selain menjalankan fungsi pertahanan maritim.

Qodari dalam keterangannya di Jakarta, Senin, mengatakan penguatan kemampuan kapal induk pertama TNI Angkatan Laut tersebut mengacu pada arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas mengenai penanganan bencana.

Pemerintah, kata dia, mengarahkan modifikasi KRI Sriwijaya-100 agar dapat mengoperasikan helikopter dan pesawat nirawak.

“Kemampuan tersebut diprioritaskan untuk mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan,” kata Qodari seperti dikutip dari Antara.

Menurut dia, Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan alat utama sistem senjata yang memiliki kemampuan bergerak cepat untuk menjangkau berbagai wilayah.

Salah satu tantangan dalam penanganan bencana, kata Qodari, adalah mempercepat distribusi bantuan dan pengerahan personel ketika akses darat menuju daerah terdampak terputus.

“Dengan kemampuannya mendukung pergerakan helikopter serta membawa dan menyalurkan berbagai kebutuhan, KRI Sriwijaya-100 dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat maupun jalur lainnya,” ujarnya.

Qodari mengatakan pemanfaatan kapal tersebut untuk penanganan bencana tidak menghilangkan fungsi utamanya dalam memperkuat pertahanan laut Indonesia.

“Dengan demikian, kehadiran KRI Sriwijaya-100 tidak hanya berbicara mengenai bertambahnya kemampuan pertahanan maritim Indonesia. Kapal ini juga dipersiapkan untuk memperkuat kemampuan negara dalam merespons keadaan darurat dan membantu masyarakat ketika mereka membutuhkan,” katanya.

KRI Sriwijaya-100 resmi masuk jajaran TNI Angkatan Laut setelah diresmikan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (24/9).

Kapal yang sebelumnya bernama ITS Giuseppe Garibaldi dan dioperasikan Angkatan Laut Italia tersebut menjadi kapal induk pertama dalam jajaran TNI AL.

Kementerian Pertahanan menyatakan KRI Sriwijaya-100 memiliki kemampuan sebagai pusat komando operasi laut serta dapat digunakan untuk mendukung diplomasi pertahanan dan bantuan kemanusiaan.

TNI AL sebelumnya juga menyebut kapal tersebut memiliki fasilitas penerbangan untuk helikopter dan pesawat nirawak serta diproyeksikan mendukung OMSP, khususnya penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan. (Dul)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar