Sistem Operasional Sqiva Perkuat Konektivitas Pelayaran Singapura-Batam

Info Maritim1003 Dilihat

Jakarta, indomaritim.com – Konektivitas pelayaran internasional Singapura-Batam kini didukung Cruise and Ferry Operating System (CFOS), sistem operasional pelabuhan penumpang yang dikembangkan oleh Sqiva, sebuah perusahaan teknologi transportasi asal Indonesia, bersama Singapore Cruise Centre Pte Ltd (SCC) selaku pengelola pelabuhan.

CFOS menjadi sistem inti yang mendukung operasional pelabuhan baru Singapore Cruise Centre (HarbourFront) di Singapura, yang diresmikan pada 22 September 2026, serta terminal SCC di Tanah Merah, Singapura. Sistem ini mendukung operasional feri menuju sejumlah destinasi di Indonesia: Batam Centre, Harbour Bay, Sekupang, Tanjung Balai/Karimun, Nongsapura, Bengkong, Tanjung Pinang, Teluk Sebong, dan Teluk Senimba dan di Malaysia: Desaru dan Tanjung Pengelih, maupun operasional kapal pesiar internasional.

CFOS dirancang untuk menangani rangkaian proses operasional pelabuhan penumpang secara terintegrasi. Cakupannya mulai dari pengaturan keluar-masuk kapal di pontoon, pencatatan keluar-masuk penumpang, proses check-in, dan alur menuju imigrasi, hingga ruang tunggu keberangkatan dan penanganan bagasi.

Terminal HarbourFront mulai beroperasi penuh sejak 15 Juli 2026, dan sejak itu telah melayani lebih dari 720.000 penumpang feri dan kapal pesiar. Pada 8 Agustus 2026, di tengah periode libur panjang di Singapura, terminal memproses 18.000 penumpang keberangkatan dalam satu hari.

Menjawab Kebutuhan Konektivitas Lintas Negara

Sebagai pelabuhan yang melayani beberapa rute internasional sekaligus, SCC menghadapi kompleksitas operasional yang lebih tinggi dibanding pelabuhan domestik, khususnya terkait proses imigrasi dan keamanan lintas batas antara Singapura dan Indonesia. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, tim Sqiva mengintegrasikan CFOS dengan sistem imigrasi kedua negara, sehingga proses lintas batas bagi penumpang di berbagai destinasi dapat berjalan lebih tertata.

Kantor Singapore Cruise Centre. Sumber foto: Sqiva
Kantor Singapore Cruise Centre. Sumber foto: Sqiva

Kebutuhan modernisasi ini sejalan dengan transisi SCC ke pelabuhan barunya, yang menuntut sistem operasional yang mampu mengikuti standar layanan pelabuhan internasional masa kini. Sqiva dan SCC bersama-sama merancang CFOS agar mampu menyatukan proses seluruh operator feri dan kapal pesiar dalam satu sistem yang modern.

Konfirmasi dari Divisi Teknologi dan IT Singapore Cruise Centre

Dalam surat apresiasi yang dikirim ke Sqiva atas nama Divisi Teknologi dan IT, Siew Kit Tan, Vice President (Technology and IT) Singapore Cruise Centre, menyampaikan bahwa CFOS kini menjadi bagian penting dari operasional mereka. “CFOS telah menjadi sistem inti yang kritikal di Singapore Cruise Centre untuk mendukung operasionalnya di terminal andalan baru.” tulisnya.

Menurut tim tersebut, selama beberapa tahun terakhir CFOS terus diperluas agar terhubung dengan sistem reservasi operator feri, layanan self-service, serta imigrasi tanpa paspor di pelabuhan laut Singapura.

Hasil Kolaborasi Sqiva dan SCC

Sqiva dan SCC bekerja sama sejak 2022 untuk mengonsepkan, merancang, mengembangkan, dan menerapkan CFOS, yang pertama kali digunakan di SCC pada Juli 2024. Seiring waktu, CFOS diperluas untuk terhubung dengan sistem reservasi operator feri, layanan self-service check-in, bag drop, dan boarding, sistem imigrasi tanpa paspor di pelabuhan laut Singapura, serta Maritime Digital Twin yang meningkatkan kewaspadaan situasi di lapangan.

Selama proses pengembangan, tim Sqiva turut berkolaborasi dengan sejumlah pemain teknologi global untuk memastikan sistem dibangun dengan standar teknis yang memadai bagi operasional pelabuhan internasional.

Benjamin Chand (Project Manager SCC), Mohammad Noor Ibrahim (Project Manager , Technology & IT SCC), Sudjiwo Husodo (CEO Sqiva Group), William Sitorus (IT Project Manager Sqiva) pada peresmian  CFOS di HarbourFront Singapore. Sumber foto: Sqiva
Benjamin Chand (Project Manager SCC), Mohammad Noor Ibrahim (Project Manager , Technology & IT SCC), Sudjiwo Husodo (CEO Sqiva Group), William Sitorus (IT Project Manager Sqiva) pada peresmian CFOS di HarbourFront Singapore. Sumber foto: Sqiva

Bagi Sqiva, proyek ini menjadi pengalaman mengembangkan sistem operasional pelabuhan penumpang untuk pelabuhan internasional dengan standar operasional Singapura. Selain sistem pelabuhan seperti CFOS, Sqiva juga mengembangkan solusi sistem aplikasi lain, termasuk Passenger Service System (PSS) untuk pengelolaan layanan penumpang dan Departure Control System (DCS) untuk proses check-in hingga boarding, yang diterapkan di berbagai sektor transportasi baik udara, darat, maupun laut.

Solusi ini telah digunakan oleh sejumlah klien di Indonesia maupun luar negeri, dari kalangan swasta maupun BUMN. Ke depan, [Sqiva] (PT Sqiva Infotech Nusantara) akan melanjutkan peningkatan berkelanjutan (continuous enhancement) pada CFOS, sekaligus terus mengembangkan solusi teknologi transportasi di ketiga sektor tersebut. (Adv/Hes)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar