Paris, indomaritim.com – Ketua Umum Persatuan Insan Kolintang Nasional (PINKAN), Penny Marsetio secara simbolis menyerahkan satu set ansambel kolintang kayu Minahasa kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk Prancis, Mohammad Oemar di Paris, Kamis (1/10).
Menurut siaran pers Kolintang, penyerahan alat musik tradisional itu merupakan langkah
nyata PINKAN untuk ikut serta dalam mempererat hubungan diplomatik Indonesia-Prancis dalam bentuk kerja sama kebudayaan , sekaligus mempromosikan serta melestarikan warisan
budaya Indonesia di panggung internasional.
Sementara itu Mohammad Oemar yang juga Duta Besar Republik Indonesia untuk UNESCO menggelar acara budaya bertajuk “Celebrating Kolintang: Resonances of Shared Cultural Heritage” di Ségur Hall, Markas Besar UNESCO, Paris, Kamis, 1 Oktober 2026.
Duta Besar/Wakil Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO, I Gusti Agung Ketut Satrya Wibawa dalam acara pembukaan menekankan bahwa kebudayaan merupakan sarana alami untuk membangun pemahaman bersama dan rasa saling menghargai antar bangsa. Hal ini sejalan dengan mandat Konstitusi UNESCO tahun 1945 serta tujuan nasional Indonesia untuk berkontribusi menciptakan ketertiban dunia.
Secara khusus, acara ini juga untuk merayakan ekstensi inskripsi Kolintang sebagai musik tradisional masyarakat Minahasa, Sulawesi Utara yang telah masuk dalam daftar warisan budaya takbenda UNESCO bersama instrumen Balafon dari Afrika Barat.
Kolintang dari Indonesia dan Balafon dari Mali, Burkina Faso, Cote D’Ivoire, diterima sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Unesco pada 5 Desember 2024. Pengesahan alat musik tradisional asal Minahasa, Sulawesi Utara ini diputuskan pada sidang sesi ke-19 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Paraguay.”
Grup Kolintang Minahasa
Dalam rangkaian acara di UNESCO itu, Grup Kolintang Rhythm of Minahasa (RoM), yang digawangi Ferdinand Soputan (Ina), Randy Pinontoan (wangko), Deny Pinontoan (Karua), Aldy Sumual (Karua-Rua), Depi Pinontoan (Uner), dan Reffly Pinontoan (Loway) membawakan sejumlah lagu yang mampu memukau para undangan.
Repertoar lagu-lagu yang dimainkan antara lain “O’ina ni Keke”, “Sipatokaan”, dan “Bengawan solo”. Juga ditampilkan lagu hits dunia “Winter Games”, karya David Foster, serta lagu klasik dunia, “Rondo Ala Turca”, karya Wolfgang Amadeus Mozart. Dalam penampilan penutup, grup Kolintang RoM berkolaborasi dengan alat musik Balafon dari Afrika membawakan lagu hits Perancis berjudul “La Vie En Rose” karya Édith Piaf. (RR)








Komentar