Ethiopia Tegaskan Kepentingannya di Laut Merah dan Sungai Nil

Internasional219 Dilihat

Istanbul, indomaritim.com – Ethiopia pada Senin (5/10), menegaskan kembali “kepentingan sah”-nya di Laut Merah dan peran sentral di cekungan Sungai Nil, seraya menolak tekanan politik dan “tindakan koersif” terkait kepentingan regionalnya.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Ethiopia menyatakan bahwa hampir seluruh aliran Sungai Nil Biru, atau Sungai Abay, berasal dari dataran tinggi Ethiopia dan menyumbang sekitar 85 persen dari total aliran Sungai Nil.

“Setiap pembahasan mengenai pemanfaatan dan pengelolaan Sungai Abay harus didasarkan pada kenyataan-kenyataan mendasar ini,” kata kementerian tersebut seperti dikutip dari Antara.

Pihaknya juga menekankan hubungan geografis dan historis Ethiopia dengan Laut Merah, seraya mencatat bahwa perbatasan terdekatnya “hanya berjarak sekitar 48 kilometer dari garis pantai.”

Kementerian tersebut menyatakan bahwa pengaturan maritim dan keamanan regional harus mempertimbangkan kepentingan Ethiopia.

“Kenyataan geografis dan historis ini tidak dapat diubah oleh retorika politik, tindakan koersif, ataupun upaya destabilisasi,” tambah pernyataan itu.

“Tindakan yang dilakukan melalui pihak perantara atau tindakan agresi tidak akan mengubah fakta di lapangan, ataupun mengurangi kepentingan sah, peran, dan tanggung jawab Ethiopia di kawasan ini,” katanya.

Pernyataan tersebut muncul setelah pertemuan puncak empat pihak di Mesir, Minggu (4/10), yang melibatkan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Presiden Eritrea Isalas Afwerki, Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud, dan Ketua Dewan Kedaulatan Transisi Sudan Abdel Fattah al-Burhan.

Para pemimpin tersebut menegaskan kembali penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah, serta menolak tindakan sepihak yang berdampak pada pemanfaatan air Sungai Nil yang selama ini dilakukan oleh Mesir dan Sudan.

Ethiopia tidak secara spesifik menyebutkan pertemuan puncak tersebut ataupun Bendungan Renaisans Besar Ethiopia (GERD) dalam pernyataannya.

“Ethiopia terus mengedepankan keterlibatan damai, saling menghormati, dan kerja sama regional,” kata kementerian tersebut.

Kementerian itu menambahkan bahwa Addis Ababa akan mempertahankan kedaulatan, integritas wilayah, dan kepentingan nasional utamanya.

Ia juga mendesak para aktor regional untuk mengutamakan “dialog konstruktif, kemitraan, dan kepatuhan terhadap prinsip hidup bertetangga yang baik, alih-alih konfrontasi dan pendekatan yang bersifat ‘menang-kalah’” (zero-sum). (Hes)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar