Jakarta, indomaritim.com – Indonesia dan Amerika Serikat memperkuat upaya pelestarian bangkai kapal USS Houston sebagai situs makam perang Perang Dunia II melalui penilaian kondisi bawah air dan pemasangan prasasti peringatan.
Dalam siaran pers Kedutaan Besar Amerika Serikat, Kamis, hal tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) AS Joy Sakurai dan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Madya Edwin untuk mengenang awak USS Houston (CA-30).
Prasasti tersebut akan dipasang di dasar laut dekat bangkai kapal di perairan Cilegon, Banten, dalam upacara peletakan karangan bunga dan pemasangan prasasti pada awal November melalui operasi penyelaman gabungan Angkatan Laut AS dan TNI Angkatan Laut.
Dikutip dari Antara, para penyelam juga akan melakukan penilaian bawah air untuk mendokumentasikan kondisi terkini bangkai eks-USS Houston bersama Naval History and Heritage Command, lembaga Angkatan Laut AS yang menangani sejarah dan warisan maritim.
Bangkai eks-USS Houston merupakan situs makam perang sekaligus tempat peristirahatan terakhir bagi lebih dari 650 pelaut dan personel Korps Marinir AS yang gugur dalam Pertempuran Selat Sunda pada Perang Dunia II.
“Hari ini, kita mengenang para pelaut dan personel Korps Marinir USS Houston yang gugur dalam Pertempuran Selat Sunda dengan mengambil langkah-langkah untuk melindungi kapal militer Amerika Serikat yang tenggelam ini,” ujar Sakurai.
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia dan TNI Angkatan Laut atas bantuan mereka kepada Amerika Serikat dalam melindungi tempat peristirahatan terakhir lebih dari 650 personel tersebut,” katanya.
Penilaian tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat kerja sama bilateral dalam memahami kondisi bangkai kapal sekaligus mendukung perlindungan situs bersejarah tersebut bagi generasi mendatang.
Upaya itu merupakan tindak lanjut penandatanganan Nota Kesepahaman yang memperluas kerangka kerja sama AS dan Indonesia terkait Defense POW/MIA Accounting Agency (DPAA).
Selain itu, proyek tersebut merupakan bagian dari inisiatif Kedutaan Besar AS melalui Ambassador Fund for Cultural Preservation (AFCP) untuk melindungi dan melestarikan bangkai kapal USS Houston sebagai bagian dari sejarah bersama kedua negara.
Kerja sama tersebut mencerminkan komitmen Indonesia dan AS untuk mengenang personel yang gugur di laut, mengelola situs bawah air bernilai sejarah tinggi secara bertanggung jawab, serta memperkuat pelestarian warisan maritim melalui penilaian ilmiah. (Hes)










Komentar