Pangkalpinang, indomaritim.com – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani meresmikan Kampus Balai Benih Ikan Sentral (BBIS) Politeknik Manufaktur Negeri (Polman) Babel, guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam mengelola sumber daya perikanan di daerah itu.
“Kampus BBIS ini harus menjadi pusat riset dan inovasi para mahasiswa untuk membangun daerah ini,” kata Hidayat Arsani saat meresmikan Kampus BBIS Polman Kepulauan Bangka Belitung di Dusun Tutut Bangka, Rabu seperti dikutip dari Antara.
Ia mengatakan Kampus BBIS Polman Kepulauan Bangka Belitung (Babel) di Dusun Tutut, Desa Penyamun Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka adalah kado spesial bagi perguruan tinggi vokasi di Kepulauan Babel dalam meningkatkan sumber daya manusia yang berdaya saing di dunia kerja tingkat daerah, nasional dan internasional.
“Saya berharap mahasiswa memanfaatkan fasilitas serta bantuan yang ada ini dengan sungguh-sungguh. Belajarlah dengan serius agar menjadi pemuda yang unggul, tangguh, dan berdaya saing tinggi,” ujarnya.
Direktur Polman Kepulauan Babel I Made Andik Setiawan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan rasa syukur atas dukungan nyata dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“Pengelolaan BBIS ini merupakan amanah besar yang kami terima dengan penuh tanggung jawab. Kami berkomitmen menjadikannya pusat inovasi riset terapan yang tidak hanya menunjang proses pembelajaran mahasiswa dan dosen, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta sektor perikanan di Kepulauan Bangka Belitung ini,” katanya.
Selain meresmikan gedung baru Polman Babel, kegiatan peresmian Kampus BBIS juga ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis antara Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan Polman Babel.
Kerja saulma yang berlaku selama lima tahun ini berfokus pada pelaksanaan penyelarasan kurikulum Program Studi Teknologi Budidaya Perikanan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kemitraan ini mencakup kolaborasi penyusunan dan peninjauan kurikulum berbasis industri perikanan budidaya, pertukaran tenaga pengajar, riset ilmiah bersama, fasilitasi magang/praktek kerja lapangan, hingga sinkronisasi kompetensi lulusan agar sesuai dengan standar kerja industri.
Momen ini turut diwarnai dengan penyerahan bantuan pendidikan secara simbolis. Gubernur menyerahkan Beasiswa Program Kerja Sama kepada Polman Babel senilai Rp200 juta serta beasiswa masing-masing sebesar Rp8 juta kepada dua mahasiswa, yaitu Rezki Mauliana dan Nurul Huda. Selain itu, diserahkan pula Bantuan Sosial (Bansos) Pendidikan sebesar Rp5 juta kepada mahasiswa Muhammad Ihsan Shabirin. (Dul)








Komentar