Berangkat, Kapal Tanker Pertama Pengangkut Minyak Rusia

Mengangkut minyak Rusia untuk pasar global

Internasional366 Dilihat

Istanbul, indomaritim.com – Moskow menyatakan pada Sabtu (17/10) bahwa kapal tanker pertama yang mengangkut minyak Rusia untuk pasar global telah diberangkatkan dari titik asalnya.

Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan dalam acara bincang-bincang politik “Solovyov Live” bahwa Moskow “tidak memiliki kendala” terkait penjualan minyak, dan banyak negara tertarik untuk menjadi pembeli minyak Rusia.

“Saya mengetahui bahwa kapal tanker pertama telah dimuat dan diberangkatkan dari pelabuhan di Dikson,” kata Novak, merujuk pada pelabuhan Arktik Rusia yang terletak di pesisir Laut kara, wilayah Krasnoyarsk.

Dikutip dari Antara, pada 9 Oktober, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan adanya kesepakatan pasokan diesel menyusul pembicaraan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang berdasarkan kesepakatan tersebut, Moskow setuju untuk menyediakan bahan bakar bagi pasar AS maupun pasar global.

Putin menyatakan bahwa pasokan diesel Rusia ke pasar AS dan global akan memberikan manfaat bagi ekonomi dunia, sementara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengkritik kesepakatan tersebut, dengan memperingatkan bahwa pelonggaran pembatasan ekspor diesel Rusia dapat membantu mendanai upaya perang negara itu.

Dalam pernyataan lebih lanjut, Novak menyebutkan bahwa pasar saat ini tengah menghadapi kekurangan pasokan minyak sekitar 4-6 juta barel per hari, yang pada gilirannya telah mendorong kenaikan harga.

Novak mengatakan meski pasar mengharapkan ada solusi, harga tetap tinggi dan diperkirakan akan terus melonjak jika situasi di Selat Hormuz tidak membaik.

“Jika peluang pasokan dari negara-negara Teluk Persia terbuka, menurut saya pasar akan kembali seimbang dalam waktu satu hingga satu setengah tahun,” tambah Novak.

Dia berpendapat bahwa kemampuan untuk menggunakan cadangan minyak guna menstabilkan pasar dunia “sudah hampir habis.”

Wakil perdana menteri itu juga menyampaikan bahwa Rusia berencana memasok 39 miliar meter kubik gas ke negara tetangga, China, melalui pipa Power of Siberia.

“Terdapat pula kesepakatan untuk meningkatkan kapasitas pasokannya menjadi 44 miliar meter kubik gas,” katanya.

Dia menambahkan bahwa secara teknis, pasokan gas ke Eropa melalui pipa Nord Stream masih dapat dipulihkan, “asalkan ada keputusan yang diambil terkait perbaikan pipa-pipa yang rusak tersebut.”

“Saat ini, tiga dari empat jalur tidak dapat beroperasi akibat serangan teroris dan ledakan. Satu jalur masih utuh, dan pasokan dapat disalurkan melaluinya. Namun, hal ini bergantung pada pihak konsumen, yakni mitra-mitra kita di Eropa,” ujarnya. (Dul)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar