Iran Tuduh Netanyahu Dorong AS ke Perang Baru untuk Hindari Penjara

Internasional342 Dilihat

Istanbul, indomaritim.com – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuduh Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu berupaya menyeret Amerika Serikat ke dalam perang baru dengan Teheran untuk menghindari hukuman penjara.

“Netanyahu sedang menyeret Amerika ke dalam perang lain agar dirinya tidak masuk penjara,” tulis Araghchi di platform media sosial X, Minggu, sembari memperingatkan Washington agar tidak kembali melancarkan aksi militer.

Dikutip dari Antara, Araghchi juga menuding pemimpin Israel tersebut mengabaikan konsekuensi tindakannya bagi Israel maupun Presiden AS Donald Trump.

“Terakhir kali kalian ingin ‘menyelesaikan pekerjaan’, Iran justru muncul dengan kekuatan yang lebih besar. Ingin mencoba keberuntungan kalian sekali lagi? Silakan. Namun, berhati-hatilah; kami juga masih memiliki urusan yang belum selesai,” tambahnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah Trump pada Minggu menyatakan dukungannya kepada Netanyahu menjelang pemilihan umum Israel pada 27 Oktober.

Trump memuji kemitraan keduanya dalam menghadapi Iran dan memperingatkan bahwa Washington mungkin harus menangani persoalan tersebut sendiri jika rakyat Israel memilih pemimpin lain.

“Jika Israel memiliki pemimpin yang salah, yakni siapa pun selain Bibi, Amerika harus menangani pekerjaan ini sendiri, dan saya tidak berniat melakukannya,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya, menggunakan nama panggilannya untuk Netanyahu.

Netanyahu telah memimpin pemerintahan Israel saat ini sejak akhir 2022. Pemerintahannya digambarkan sebagai pemerintahan paling sayap kanan dalam sejarah Israel.

Ia juga tengah menghadapi persidangan di dalam negeri atas sejumlah tuduhan korupsi yang dapat berujung pada hukuman penjara jika terbukti bersalah. Selain itu, sejak 2024, ia juga menjadi pihak yang dicari oleh Mahkamah Internasional terkait dugaan kejahatan perang di Gaza.

Partai-partai oposisi Israel semakin meningkatkan koordinasi untuk menggantikan pemerintahan Netanyahu melalui pemilihan umum.

Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan mematikan.

Meskipun gencatan senjata pada April dan kerangka kesepakatan yang dicapai pada Juni sempat memberikan harapan bagi meredanya konflik, pertempuran kembali pecah sering terhentinya perundingan antara Washington dan Teheran. (Hes)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar