Surabaya, indomaritim.com – PT PAL Indonesia (Persero) membidik perluasan pasar industri maritim dan pertahanan di kawasan Timur Tengah melalui penguatan kemitraan dengan Uni Emirat Arab (UEA) guna meningkatkan daya saing industri galangan kapal nasional di pasar internasional.
Direktur Pemasaran PT PAL Indonesia Wiyono Komodjojo mengatakan, kemitraan internasional menjadi salah satu strategi perusahaan untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan kemampuan industri dalam negeri dalam memenuhi kebutuhan maritim dan pertahanan.
“Melalui kemitraan internasional, kami ingin memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan kapabilitas industri dalam negeri,” kata Wiyono di Surabaya, Selasa seperti dikutip dari Antara.
Dalam pertemuan dengan Duta Besar RI untuk UEA Judha Nugraha, Wiyono menuturkan, kerja sama yang terbangun dapat memberikan nilai tambah bagi kedua negara dan mendukung pemenuhan kebutuhan pertahanan secara berkelanjutan.
Penjajakan tersebut memanfaatkan momentum penguatan hubungan ekonomi Indonesia dan UEA setelah berlakunya Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA) yang dalam dua tahun mendorong peningkatan perdagangan bilateral sebesar 26 persen dan investasi UEA ke Indonesia hampir 641 persen.
Meski demikian, Direktur Keuangan dan SDM PT PAL Indonesia Pramusti Indrascaryo mengatakan, pengembangan pasar internasional juga perlu diiringi peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar tenaga kerja dalam negeri mampu mengikuti perkembangan teknologi dan memenuhi kebutuhan industri maritim global.
Melalui penjajakan kemitraan dengan UEA, PT PAL berupaya mengoptimalkan peluang pasar internasional untuk memperkuat kapasitas industri pertahanan nasional, memperluas penguasaan teknologi, dan menciptakan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.
Sementara itu, Duta Besar RI untuk UEA Judha Nugraha menilai kemampuan desain dan rekayasa PT PAL yang telah memperoleh kepercayaan mitra internasional termasuk melalui proyek kapal Landing Platform Dock (LPD) Al-Maryah.
Hal itu, kata Judha, dapat menjadi modal PT PAL untuk menembus peluang kerja sama industri di kawasan Timur Tengah.
Menurut dia, perkembangan hubungan ekonomi kedua negara membuka ruang bagi perluasan kemitraan di sektor maritim dan pertahanan yang dapat dimanfaatkan PT PAL untuk memperkuat kehadirannya di pasar internasional.
Peluang kerja sama yang dijajaki mencakup desain dan produksi kapal, riset teknologi, serta layanan pemeliharaan dan perbaikan kapal untuk memperluas cakupan bisnis sekaligus meningkatkan kemampuan industri nasional. (Dul)










Komentar