Diperbaiki, Kabel Laut untuk Jaga Pasokan Listrik di Pulau Untung Jawa

Daerah383 Dilihat

Jakarta, indomaritim.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu melalui Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) bersama PT PLN (Persero) UP3 Bandengan merampungkan perbaikan gangguan kabel laut pada segmen Tanjung Pasir-Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu Selatan. Perbaikan tersebut dilakukan untuk menjaga pasokan listrik kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, perbaikan sudah rampung, dan ini bagian dari upaya menjaga kesinambungan layanan kelistrikan bagi masyarakat,” kata Kepala Suku Dinas Nakertransgi Kepulauan Seribu Togas Braini di Jakarta, Rabu seperti dikutip Antara.

Menurut dia, penyambungan kabel laut itu sudah rampung dan telah melalui pengujian pemberian tegangan (energize).

Kabel tersebut, kata Togas, kembali berfungsi sebagai jalur cadangan untuk memperkuat keandalan pasokan listrik antarpulau.

Dia pun memastikan pasokan listrik kepada masyarakat tetap terjaga selama berlangsungnya proses penanganan gangguan hingga perbaikan tersebut.

“Hal ini dilakukan melalui manuver jaringan untuk menjaga kontinuitas penyaluran listrik,” ujar Togas.

Sementara itu, Kepala Seksi Energi Suku Dinas Nakertransgi Kepulauan Seribu Parulian Simanjuntak menyebutkan gangguan itu terjadi pada September 2026.

Saat itu, penyulang atau jaringan penghubung antara jaringan tegangan menengah (20 kV) keluaran dari Gardu Induk (GI) ke Gardu Hubung (GH) yang akan diteruskan kepada pelanggan melalui jaringan distribusi mengalami gangguan, sehingga menyebabkan sistem pengaman bekerja.

Petugas kemudian melakukan pengukuran tahanan isolasi kabel dengan menggunakan alat megger dari Gardu Teluk Naga/Tanjung Pasir.

Parulian menyebutkan hasil pengukuran itu menunjukkan nilai tahanan isolasi pada fasa 1 dan fasa 2 lebih dari 100 megaohm, sedangkan fasa 3 tercatat 0 megaohm, dan hasil tersebut mengindikasikan adanya gangguan pada salah satu fasa kabel.

“Langkah awal dilakukan melalui manuver jaringan untuk memulihkan konfigurasi penyulang, dilanjutkan pemeriksaan gardu hubung dan distribusi guna memastikan seluruh peralatan berfungsi normal,” tutur Parulian.

Dia memaparkan pencarian titik gangguan kabel laut itu dimulai pada Oktober 2026. Berdasarkan hasil pelacakan, lokasi kerusakan itu ditemukan sekitar 2.940 meter dari Gardu Hubung P1000 di Tanjung Pasir.

“Setelah titik gangguan ditemukan, penyambungan kabel laut dilakukan. Kabel kemudian diuji dan diberi tegangan untuk memastikan dapat kembali beroperasi sebagai jalur cadangan,” ungkap Parulian. (Dul)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar