Jakarta, indomaritim.com – Tim nasional surfing Indonesia beradaptasi dengan kondisi ombak dan cuaca di Lima, Peru, menjelang tampil pada kejuaraan dunia ISA World Surfing Games 2026 pada 6-15 November, yang merupakan ajang kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028.
Pelatih timnas surfing Indonesia Dylan Amartha mengatakan para atlet telah menjalani latihan dengan baik sejak tiba di Peru, meski masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca setempat dan perbedaan waktu.
“Sesi latihan baik, masih penyesuaian cuaca. Hari ini hari kedua di Punta Rocas, masih ada sedikit jetlag,” kata Dylan seperti dikutip Antara, Senin.
Tim juga telah mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi gelombang saat hari pertama pertandingan. “Ombak hari ini sangat baik. Namun, saat hari pertama event kemungkinan ada badai swell besar, tetapi kita sudah siap,” ujar Dylan.
Tim Indonesia tiba di Lima pada Kamis (29/10) setelah bertolak dari tanah air pada Rabu (28/11). Sebelum memulai persiapan di laut, rombongan mengunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lima pada Jumat (30/11).
Pada Sabtu (31/10), para atlet menjalani latihan perdana di Pantai Caballeros, kemudian melanjutkan sesi latihan di Punta Rocas yang menjadi lokasi pertandingan. Latihan tersebut difokuskan untuk mengenali karakter ombak dan kondisi perairan setempat.
Indonesia menurunkan enam atlet yang terbagi dalam dua nomor, yakni Men’s Shortboard dan Women’s Shortboard.
Pada Men’s Shortboard, Indonesia diperkuat Rio Waida, I Made Pajar Ariyana, dan Dhany Widianto. Sementara pada Women’s Shortboard diwakili Jasmine Studer, Kya Jo Heuer, dan Hanasuri Jabrik.
Tim juga didampingi empat ofisial, yakni Tip Jabrik dan Dylan Amar sebagai pelatih, Egy Hilman sebagai manajer tim, serta Alex Hontoria sebagai asisten manajer tim.
ISA World Surfing Games 2026 akan dibuka dengan upacara pembukaan pada 6 November, sebelum pertandingan resmi berlangsung dari 7 sampai 15 November. (Dul)














Komentar