Kei Besar, Maluku, indomaritim.com – Pertamina International Shipping (PIS) berkolaborasi dengan doctorSHARE menjangkau lebih dari enam ribu pasien yang telah mendapatkan perawatan dan pengobatan di Rumah Sakit (RS) Kapal Nusa Waluya II di Kei Besar, Maluku Tenggara.
Penanggung Jawab Sementara Corporate Social Responsibility (CSR) Manager PIS, Gusthida Budhiartie mengemukakan RS kapal ini bersandar di Pelabuhan Elat sejak September hingga November 2026 sebagai wujud konektivitas antarwilayah dalam mewujudkan layanan kesehatan yang adil dan merata bagi masyarakat, utamanya di wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T).
“Ini penting dalam kehidupan bermasyarakat Indonesia, baik dalam menyalurkan energi maupun menyediakan akses kesehatan seperti yang dilakukan oleh doctorSHARE. Jadi, itulah yang mendasari kami untuk terus bekerja sama selama tiga tahun dengan kawan-kawan doctorSHARE, dan tahun ini di KEI data pasiennya tadi sudah mencapai 6.000 ya, tertinggi sejak kita bekerja sama,” katanya di Kei Besar, Selasa seperti dikutip Antara.
Gusthi menjelaskan Pertamina International Shipping (PIS) memiliki empat rumah sakit kapal. RS Kapal Nusa Waluya II ini memiliki kapasitas ruang rawat inap sebanyak 26 tempat tidur.
RS Kapal setara dengan rumah sakit umum daerah Tipe C, meliputi poliklinik spesialis dan dokter umum, ruang rawat inap, unit gawat darurat, serta ruang operasi yang beroperasi selama 24 jam untuk kasus darurat.
Untuk tindakan bedah, RS kapal ini memiliki dua ruang operasi mayor yang dilengkapi fasilitas anestesi. Operasi darurat dapat dilakukan selama 24 jam, sedangkan operasi terencana dijadwalkan pada Senin hingga Jumat.
“Ini kali ketiga kita berkolaborasi kembali dengan doctorSHARE, terima kasih, karena kita percaya bahwa kita digerakkan oleh kesamaan dan kepedulian, bagaimana kita berkolaborasi untuk menghadirkan akses pelayanan kesehatan yang layak bagi masyarakat luas,” ujar Gusthi.
Kehadiran Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II itu juga mendapatkan apresiasi dari BPJS Kesehatan karena menjadi salah satu alternatif pelayanan kesehatan dengan skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan karakteristik wilayah kepulauan membuat akses pelayanan kesehatan memiliki tantangan tersendiri.
Oleh karena itu, layanan kesehatan bergerak menjadi salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah tertentu.
“Setiap wilayah memiliki karakteristik dan kebutuhan pelayanan kesehatan yang berbeda. Di wilayah kepulauan misalnya, ketika layanan kesehatan dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat, pilihan akses menjadi lebih terbuka. Yang penting, pelayanan tersebut tetap sesuai dengan kebutuhan medis dan memberikan pengalaman yang baik bagi peserta,” katanya. (Hes)








Komentar