Helikopter Super Puma H-225 Jatuh di Sungai Barito, Kalimantan Selatan

Jatuh saat bertugas untuk penangangan karhutla

Nasional172 Dilihat

Jakarta, indomaritim.com – Helikopter angkut jenis Super Puma H-225 dengan registrasi VH-HGM jatuh di perairan Sungai Barito, Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (8/11) ketika bertugas dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dari tiga awak helikopter itu, dua orang berhasil ditemukan selamat. Keduanya adalah pilot berkewarganegaraan Australia. Mereka kini telah mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, satu awak lainnya yang bertugas sebagai Helicopter Landing Officer (HLO), Yayan Supyansuri, warga negara Indonesia, hingga saat ini masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Minggu menyampaikan  operasi pencarian turut melibatkan unsur TNI AU, Polri, Babinsa, dan masyarakat setempat. BNPB menegaskan prioritas utama saat ini adalah operasi pencarian korban hilang, pemulihan kesehatan pilot yang selamat, serta pengamanan bangkai helikopter di tepian sungai.

Selain itu, BNPB juga berkomitmen memfasilitasi investigasi resmi dari pihak berwenang guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Sebagai langkah tindak lanjut, BNPB akan melakukan evaluasi keselamatan operasi udara secara menyeluruh. Evaluasi tersebut meliputi kesiapan teknis armada, prosedur pengambilan air (water bombing), kelaikan awak pesawat, hingga faktor cuaca dan karakteristik lokasi.

BNPB menegaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah daerah tetap berlanjut dengan memperketat aspek keselamatan, usai adanya kecelakaan helikopter saat menjalankan misi pemadaman karhutla.

“Kami ingin menegaskan bahwa kejadian ini tidak mengurangi komitmen pemerintah untuk terus melakukan penanganan karhutla. Operasi pemadaman tetap harus berjalan, tetapi harus dilaksanakan dengan memerhatikan aspek keselamatan secara ketat,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Minggu. (Hes)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar