Jakarta, indomaritim.com – Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, menyampaikan bahwa kapal pertama armada perikanan Indonesia buatan Inggris diperkirakan akan rampung dan mulai dikirim pada akhir tahun ini.
“Kami memperkirakan kapal pertama, kapal penangkap ikan pertama, akan hampir selesai pada akhir tahun ini. Jadi, kemajuan yang luar biasa,” ujar Jermey dalam wawancara cegat setelah penyambutan kapal HMS Tamar di Jakarta, Rabu.
Dia juga menyebutkan bahwa pengiriman kapal akan dimulai pada akhir tahun ini.
Jermey mengatakan bahwa Babcock PLC telah membuka kantor di Indonesia serta mengundang pelaku usaha rantai pasok di Indonesia dan Inggris untuk bermitra dalam penyediaan baja dan teknologi guna mendukung pembangunan lebih dari seribu kapal penangkap ikan.
“Mereka telah melakukan negosiasi terperinci, seperti halnya kami, dengan Kementerian Pertahanan dan Kementerian KKP di sini mengenai desain,” ujar Jermey.
Terkait pendanaan, Dubes Inggris itu mengatakan bahwa pendanaannya didapatkan dari program pembiayaan ekspor Inggris senilai 4 miliar poundsterling (Rp95,4 triliun).
Pada Januari 2026, Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan bahwa Pemerintah Inggris mendukung rencana Indonesia untuk membangun 1.500 kapal tangkap ikan melalui kerja sama maritim kedua negara.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa proyek pembangunan kapal nelayan itu diperkirakan mampu menyerap 600 ribu tenaga kerja di Indonesia.
Jumlah tersebut mencakup sekitar 30 ribu awak kapal, termasuk di antaranya 400 ribu tenaga kerja di sektor produksi dan perakitan.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga mengatakan bahwa tahapan pembangunan kapal dimulai tahun ini, kemudian berlanjut secara bertahap pada 2027 dan 2028. (HAA)








Komentar