Timika, indomaritim.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika menutup operasi pencarian perahu (longboat) nelayan dengan penumpang empat orang yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Atuka, Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga SAR Timika Charles Y Batlajery di Timika, Jumat mengatakan operasi tersebut ditutup setelah Tim SAR Gabungan melakukan pencarian selama tujuh hari sejak Sabtu (27/6) mulai dari wilayah pesisir timur hingga barat Mimika.
“Hari ini rencana operasinya dengan mengerahkan helikopter dari TNI untuk melakukan pencarian, namun terkendala cuaca dimana hujan terjadi dari pagi hingga malam sehingga sangat tidak mendukung melakukan pencarian. Karena sudah memasuki hari ke tujuh hari ini, sesuai dengan ketentuan Standar Operasional Prosedur (SOP) dari Basarnas operasi SAR resmi dihentikan dengan hasil nihil. Namun jika ada tanda-tanda ditemukan empat orang korban dengan perahu yang hilang maka operasi SAR akan dibuka kembali,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh potensi SAR Timika yang telah terlibat dalam pencarian selama tujuh hari baik dari TNI-Polri, masyarakat, keluarga korban dan seluruh unsur lainnya. “Kita doakan agar empat orang korban yang bersama longboat ini dapat ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa berdasarkan pengalaman sebelumnya para korban yang hilang kontak dan hanyut, biasanya diselamatkan oleh kapal-kapal yang sedang menangkap ikan atau melintas di Laut Arafuru, perairan antara Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah dan Kota Kabupaten Kepulauan Aru,Provinsi Maluku.
“Kami selalu berharap mereka yang hilang dapat ditemukan dalam keadaan apapun, terutama dalam keadaan hidup dan kembali bertemu dengan keluarganya. Semua-usaha upaya pencarian telah kami lakukan dari hari pertama sampai hari ketujuh, kami juga sudah berkomunikasi dengan kapal yang biasa melintas di Perairan Arafuru, kami juga sudah melakukan pencarian dan sepanjang pesisir dari timur ke barat Mimika namun belum ditemukan,”ujarnya
Berdasarkan laporan diterima SAR Timika, perahu tersebut dengan empat nelayan pergi mencari ikan di wilayah itu sejak Selasa (23/6) dan direncanakan kembali pada Kamis (25/6).Keluarga sempat berkomunikasi dengan salah satu korban pada Rabu (24/6) dan mereka menyampaikan bahwa akan kembali pada Kamis (25/6).
Keluarga sempat berkomunikasi dengan salah satu korban pada Rabu (24/6) dan mereka menyampaikan bahwa akan kembali pada Kamis (25/6).Namun, hingga tanggal yang dijanjikan, para nelayan itu tidak juga kunjung kembali, sedangkan keluarga juga sudah tidak dapat menghubungi nomor telepon para korban.
Oleh karena khawatir, keluarga korban bersama masyarakat setempat sudah mencoba melakukan pencarian namun tidak berhasil menemukan para korban
Keluarga lalu melaporkan kepada Tim SAR Timika pada Sabtu (27/6) untuk bersama sama melakukan pencarian terhadap para korban. (HAA)








Komentar