Dipercepat, Pengembangan Pelabuhan Benuo Taka

Lifestyle7 Dilihat

Penajam Paser Utara, indomaritim.com – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mempercepat pengembangan Pelabuhan Benuo Taka sebagai penguat konektivitas logistik setelah wilayah tersebut masuk dalam konsep pengembangan kawasan lima kota bersama Ibu Kota Nusantara (IKN) yang disusun Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara Hadi Saputro mengatakan PPU masuk dalam konsep pengembangan kawasan bersama IKN, Kota Balikpapan, Samarinda, dan Bontang karena dinilai memiliki posisi strategis untuk mendukung sistem logistik regional.

“Pembahasan bersama Kementerian PPN/Bappenas dan Otorita IKN, kabupaten ini masuk konsep pengembangan,” ujar Hadi di Penajam, Rabu seperti dikutip dari Antara.

Menurut dia, posisi geografis Kabupaten Penajam Paser Utara yang memiliki akses pelabuhan menjadi salah satu keunggulan untuk menopang distribusi barang menuju kawasan IKN maupun daerah penyangga lainnya di Kalimantan Timur.

Untuk mendukung peran tersebut, pemerintah kabupaten telah melakukan pembebasan lahan bagi pengembangan Pelabuhan Benuo Taka yang memiliki area darat sekitar 40 hektare dengan panjang garis pantai sekitar 800 meter.

Ia menjelaskan kedalaman perairan di sekitar pelabuhan berkisar antara tujuh hingga 14 meter sehingga dapat melayani sandar kapal feri maupun kapal tongkang atau ponton yang digunakan untuk aktivitas logistik.

Pelabuhan Benuo Taka diproyeksikan menjadi pelabuhan pengumpan yang melayani kebutuhan distribusi barang bagi Kabupaten Penajam Paser Utara, kawasan IKN, serta wilayah sekitarnya guna memperkuat rantai pasok di kawasan timur Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga menilai kawasan pelabuhan tersebut memiliki prospek ekonomi yang baik karena letaknya strategis dan berpotensi berkembang sebagai pusat distribusi barang serta aktivitas usaha pendukung.

Untuk mempercepat pengembangan, pengelolaan Pelabuhan Benuo Taka dialihkan dari Dinas Perhubungan kepada perusahaan umum daerah (Perumda) agar dikelola secara lebih profesional sekaligus membuka peluang kerja sama investasi dengan pihak swasta.

“Pengelolaan pelabuhan dialihkan kepada Perumda untuk memaksimalkan potensi dan pendapatan daerah, serta mempercepat pengembangan pelabuhan guna menunjang logistik IKN,” kata Hadi.

Pelabuhan Benuo Taka yang mulai beroperasi sejak 2017 saat ini melayani kegiatan bongkar muat batu bara dan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO). Aktivitas tersebut memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) sekitar Rp4 miliar hingga Rp6 miliar setiap tahun.

Pengembangan pelabuhan tersebut diharapkan memperkuat peran Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai salah satu simpul logistik utama yang mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan dan pengembangan ekosistem IKN secara berkelanjutan. (Edo)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar