Surabaya, indomaritim.com – PT PAL Indonesia bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) memperkuat pengembangan riset dan teknologi untuk kapasitas industri galangan kapal dalam negeri.
Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menyatakan langkah ini untuk menanggapi arahan Presiden terkait penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan PT PAL dalam mempercepat penguasaan teknologi sekaligus mendorong industrialisasi sektor perkapalan nasional.
“Sinergi tersebut juga penting untuk memastikan hasil riset dapat diimplementasikan menjadi inovasi yang memberikan nilai tambah bagi industri nasional. Saat ini PT PAL juga telah berkolaborasi dengan Universitas dalam negeri seperti ITS dan Unhas,” katanya di Surabaya, Jumat seperti dikutip dari Antara.
Kaharuddin mengatakan industri perkapalan merupakan sektor strategis yang memiliki kemampuan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dan kompetensi industri nasional dalam satu produk bernilai tinggi.
Oleh sebab itu, keterlibatan perguruan tinggi dan lembaga riset akan semakin memperkuat kemampuan industri dalam mengembangkan teknologi dan menyelesaikan berbagai tantangan teknis yang dihadapi industri perkapalan.
Kaharuddin menuturkan dalam lima tahun terakhir PT PAL telah menjalankan transformasi menyeluruh melalui modernisasi fasilitas produksi, implementasi Industri Maritim 4.0 (IM4), digitalisasi proses bisnis, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, hingga penguatan tata kelola perusahaan.
Transformasi tersebut telah mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi proses produksi sekaligus memperkuat daya saing PT PAL di pasar domestik maupun internasional.
Meski demikian, Kaharuddin mengatakan upaya menjadikan Indonesia sebagai kekuatan maritim dunia tidak dapat dilakukan oleh industri secara sendiri karena transformasi industri maritim membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan.
“Transformasi ini harus menjadi gerakan bersama. Dibutuhkan dukungan pemerintah, industri pendukung, lembaga keuangan, perguruan tinggi, hingga lembaga riset agar ekosistem industri maritim nasional tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya. (Dul)








Komentar