Palembang, indomaritim.com – Tim SAR gabungan, menemukan seorang anak buah kapal (ABK) Baruna II yang hilang di Sungai Musi, wilayah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan sejak Jumat (21/8)
Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin di Palembang, Minggu, mengatakan korban bernama Taufik Hidayat (28), ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
“Kami melakukan pencarian setelah menerima informasi kejadian pada Jumat, 21 Agustus 2026 sekitar pukul 17.30 WIB, Tim langsung menuju lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan,” katanya seperti dikutip Antara.
Raymond memaparkan peristiwa itu bermula saat Tugboat (TB) Baruna II, tiba di sekitar perairan Pulau Salahnama untuk melakukan transfer tiga orang anak buah kapal (ABK) dari tugboat menuju tongkang yang akan bergerak menuju Pulau Kemaro.
Adapun korban yang mendapat giliran pertama untuk berpindah dari tugboat menuju tongkang, tiba-tiba terpeleset dan jatuh ke Sungai Musi. Rekan-rekan korban berupaya memberikan pertolongan dengan melemparkan ring buoy ke arah korban. Namun, korban kemudian tenggelam dan tidak terlihat di permukaan air.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI AL, Polairud, serta masyarakat melaksanakan pencarian di sekitar lokasi kejadian dengan menggunakan metode penyisiran di permukaan sungai dan pemantauan di area yang diperkirakan menjadi titik hanyut korban.
“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, mengapung di tengah Sungai Musi dengan jarak sekitar 2 kilometer dari lokasi awal kejadian,” katanya.
Selanjutnya, korban dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk menjalani proses lebih lanjut.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Raymond Konstantin menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang telah terlibat dalam pelaksanaan operasi pencarian.
Kantor SAR Palembang mengimbau masyarakat, khususnya para pekerja dan pengguna transportasi sungai, agar selalu mengutamakan keselamatan saat melakukan aktivitas di perairan. Penggunaan alat keselamatan seperti life jacket atau pelampung sangat penting, terutama ketika melakukan perpindahan dari satu kapal ke kapal lainnya.
Masyarakat diminta untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca, arus sungai, kondisi kapal, serta memastikan prosedur keselamatan telah dipenuhi sebelum melakukan aktivitas di perairan. (Hes)








Komentar