Gelombang Tinggi di Gorontalo, Nelayan Kurangi Aktivitas Melaut

Daerah, Info Maritim80 Dilihat

Gorontalo, indomaritim.com – Gelombang tinggi dan cuaca ekstrem membuat nelayan di pesisir Gorontalo mengurangi aktivitas melaut yang berdampak pada berkurangnya pendapatan.

Nelayan Gorontalo Abdullah di Gorontalo, Sabtu, mengatakan nelayan hanya dapat melaut ketika kondisi cuaca memungkinkan.

“Kalau cuaca bagus, baru bisa melaut lagi. Sekarang jarang melaut, pendapatan juga kurang,” katanya seperti dikutip dari Antara.

Ia mengatakan musim timur dan musim gelombang dapat berlangsung hingga sekitar enam bulan sehingga aktivitas penangkapan ikan tidak dapat dilakukan secara rutin.

Dalam kondisi cuaca normal, Abdullah mengatakan nelayan dapat melaut hingga empat kali dalam sehari untuk menangkap ikan di sekitar wilayah pesisir dengan hasil sekitar 20 kilogram.

Sementara itu, untuk penangkapan di wilayah yang lebih jauh, nelayan dapat menghabiskan waktu hingga dua hari di laut dengan hasil tangkapan sekitar 50 hingga 100 kilogram.

“Kalau ada rezeki, bisa dapat sampai 100 kilo. Kemarin di bawah daerah laut Sulawesi Utara, Molibagu dapat sekitar 200 kilo,” ujar dia.

Menurut dia, hasil tangkapan di perairan sekitar tempat tinggal nelayan saat ini cenderung berkurang sehingga sebagian nelayan memilih mencari wilayah penangkapan yang lebih jauh, termasuk hingga Sulawesi Tengah.

“Kalau di laut sini ikannya lagi kurang. Kalau di daerah sana mungkin karena kurang orang yang menangkap, makanya banyak ikannya,” katanya.

Ia mengatakan ikan berukuran kecil di wilayah perairan sekitar bahkan sulit diperoleh hingga 50 kilogram dalam sekali melaut. Hasil tangkapan dapat meningkat apabila nelayan mendapatkan tuna yang biasanya berjumlah satu hingga dua ekor.

Namun, upaya mencari wilayah tangkap yang lebih jauh tetap bergantung pada kondisi cuaca. Nelayan memilih tidak memaksakan diri melaut ketika kondisi laut dinilai ekstrem.

“Ikannya ada, tapi cuacanya yang ekstrem. Makanya tidak paksa melaut,” ujar dia.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, nelayan melakukan pemeriksaan terhadap perlengkapan perahu sebelum melaut, terutama ikatan pada sema-sema yang dinilai penting untuk menghadapi gelombang.

Abdullah mengatakan berkurangnya frekuensi melaut selama musim gelombang secara langsung memengaruhi pendapatan nelayan yang bergantung pada hasil tangkapan. (Edo)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar