Jakarta, indomaritim.com – Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai wilayah Indonesia rampung sebelum 2029 untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Kita yang tidak pernah diperhatikan selama sekian puluh tahun, tahun ini akan menyelesaikan 1.300 kampung nelayan dan tahun depan sasaran kita 2.000 kampung nelayan. Tahun 2028, 2.000 lagi. Sebelum 2029 sasaran kita 5.000 kampung nelayan,” kata Prabowo dalam acara peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat.
Menurut Antara, Prabowo mengatakan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, antara lain ruang pendingin, fasilitas pembuatan es, serta stasiun pengisian bahan bakar minyak (SPBU).
Pemerintah juga akan menyediakan gudang dan kendaraan untuk mendukung distribusi hasil tangkapan nelayan menuju pasar.
“Kalau perlu kita akan bikin lapangan terbang dekat kampung-kampung nelayan itu supaya ikan yang bernilai masih segar bisa diangkut dengan pesawat menuju pasar-pasar dunia,” ujar Prabowo.
Menurut dia, pembangunan infrastruktur tersebut diperlukan untuk menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan sekaligus memperluas akses pemasaran hingga pasar internasional.
Prabowo mengatakan pemerintah juga telah memesan sedikitnya 1.500 kapal nelayan berukuran hingga 100 gros ton (GT) yang nantinya akan disalurkan ke kampung-kampung nelayan.
“Pokoknya para nelayan kita harus diurus karena dia menghasilkan protein untuk bangsa Indonesia, dia menghasilkan protein untuk anak-anak Indonesia,” katanya.
Prabowo menegaskan perhatian terhadap nelayan merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Melalui pembangunan kampung nelayan yang didukung infrastruktur dan armada penangkapan ikan, pemerintah berharap produktivitas nelayan meningkat dan hasil perikanan Indonesia semakin kompetitif di pasar global. (Hes)








Komentar