Bone, indomaritim.com – Aktivitas penyeberangan kapal roll on-roll off (RoRo) di Pelabuhan Penyeberangan Bajoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menembus 26.582 penumpang yang naik melalui pelabuhan tersebut hingga Juni 2026.
“Berdasarkan rekapitulasi produksi pelayaran kapal RoRo Pelabuhan Bajoe hingga Juni 2026, jumlah penumpang yang naik terdiri atas 10.128 orang dari kelompok penumpang dewasa dan anak serta kategori penumpang lainnya yang tercatat dalam sistem produksi pelabuhan,” kata General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bajoe, Hafiluddin Usman di Bone, Sabtu.
Menurut Usman seperti dikutip dari Antara, selain melayani penumpang yang berangkat dari Bajoe, pelabuhan tersebut juga mencatat arus penumpang yang turun. Total produksi penumpang yang turun di Pelabuhan Penyeberangan Bajoe hingga Juni 2026 tercatat sebanyak 19.415 orang.
Data tersebut menunjukkan Pelabuhan Bajoe tetap menjadi salah satu simpul penting pergerakan masyarakat melalui jalur penyeberangan, khususnya untuk menghubungkan Bone dengan wilayah tujuan penyeberangan lainnya.
Selain penumpang, aktivitas kapal RoRo di Pelabuhan Bajoe juga melayani berbagai jenis kendaraan berdasarkan golongan kendaraan. Pada arus naik, rekapitulasi mencatat kendaraan golongan I hingga IX dengan total produksi kendaraan mencapai 26.582 unit.
Sementara pada arus turun, produksi kendaraan berdasarkan golongan tercatat sebanyak 19.415 unit. Data tersebut merupakan akumulasi produksi pelayaran kapal RoRo hingga Juni 2026.
Rekapitulasi itu juga mencatat adanya kendaraan penumpang dan barang yang menggunakan jasa penyeberangan melalui Pelabuhan Bajoe, sehingga aktivitas pelabuhan tidak hanya menopang mobilitas masyarakat, tetapi juga mendukung pergerakan kendaraan dan barang antardaerah.
Pelabuhan Bajoe merupakan salah satu fasilitas transportasi penyeberangan yang memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas wilayah Sulawesi Selatan, terutama bagi masyarakat dan pelaku distribusi yang menggunakan jalur laut sebagai bagian dari mobilitas antardaerah.
Dengan terus berlangsungnya layanan kapal RoRo, lanjut Hafiluddin, aktivitas di Pelabuhan Bajoe hingga semester pertama 2026 memperlihatkan masih tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi penyeberangan untuk mobilitas orang, kendaraan, dan barang. (Hes)








Komentar