Doha, indomaritim.com – Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan Iran sudah tidak lagi percaya dengan proses perundingan dengan Amerika Serikat menyusul serangan dan sanksi Washington terhadap Teheran.
“Kami tidak mempercayai pihak Amerika dan tidak tahu atas dasar apa kesepahaman dengan mereka akan dicapai,” kata Presiden Pezeshkian kepada Al Jazeera dalam wawancara yang disiarkan pada Sabtu seperti dikutip dari Antara.
Pada saat yang sama, Teheran menyampaikan pesan kepada Washington melalui mediator, Qatar dan Pakistan, dan yang terpenting mengharapkan pihak Amerika memperjelas posisi mereka terkait nota kesepahaman (MoU) yang telah dicapai sebelumnya, katanya.
Pezeshkian lebih lanjut mengatakan dirinya tidak melihat adanya kebutuhan untuk bertemu Presiden Donald Trump selama pihak AS belum memenuhi kesepakatan yang telah ditandatangani sebelumnya.
Konflik AS-Iran pecah setelah Washington bersama Israel secara sepihak menyerang sejumlah tempat di Iran pada 28 Februari lalu. Agresi militer AS dan Israel itu memicu serangan balasan dari Iran.
Setelah saling serang berjalan beberapa bulan, pada pertengahan Juni, Iran dan AS sepakat menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan.
Kendati sudah ada nota kesepahaman itu, konflik bersenjata kedua negara kembali berkobar dan hingga kini belum terselesaikan. (Dul)







Komentar