Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio: Indonesia Harus Manfaatkan Sains dan Teknologi Menuju Kejayaan Maritim

Info Maritim292 Dilihat

Surabaya, indomaritim.id – Masyarakat Indonesia perlu menggelorakan kesadaran bahwa laut harus dipandang dan difungsikan sebagai kesatuan wilayah, sumber kehidupan, media perhubungan utama, sarana membangun pengaruh politik, dan sebagai wilayah utama penyangga pertahanan.

Pernyataan tersebut disampaikan Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio pada acara Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-53 Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL), Surabaya, Jawa Timur, Senin (11/3/2019).

Baca Juga: Serahkan Buku kepada Ma’ruf Amin, Laksamana TNI (Purn) Dr. Marsetio Tukar Gagasan Potensi Maritim Indonesia

“Bangsa Indonesia pernah mengalami kejayaan di masa lalu, kemudian mengalami masa penjajahan dalam waktu yang sangat lama sehingga kehilangan obor jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa maritim,” kata Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio.

Ia menambahkan, pada masa lalu kisah kejayaan kerajaan nusantara tidak lepas dari visi maritim, sesuai kodratnya kepulauan nusantara terletak pada sebuah bentangan kawasan yang berciri maritim.

“Modal dasar yang dimiliki bangsa Indonesia adalah karakter fisik yang luar biasa yaitu bentuk alamiah kepulauan nusantara beserta kekayaan alam di dalamnya. Jika hanya dimensi pulau yang dianggap sebagai hak kekayaan bangsa Indonesia, maka bangsa Indonesia berada dalam kondisi tercerai berai terpisahkan oleh lautan,” lanjutnya.

“Tetapi seandainya dimensi laut juga diikutkan sebagai hak kekayaan bangsa Indonesia, maka perpaduan darat dan laut inilah yang membentuk suatu dimensi baru, yaitu dimensi maritim sebagai kekayaan bangsa Indonesia secara utuh,” kata Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio, yang juga menjadi Guru Besar Ilmu Pertahanan Universitas Pertahanan ini.

Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio pada acara Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-53 Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL), Surabaya, Jawa Timur. Foto: Istimewa

Kepala Staf Angkatan Laut periode 2012 – 2015 ini juga mengungkapkan, kejayaan maritim tidak akan bisa diwujudkan tanpa adanya penguasaan fisik lingkungan maritim dan untuk menguasai secara fisik bangsa Indonesia harus menduduki, menggunakan, mengelola serta mengamankan lingkungan maritim secara efektif dan dimanfaatkan untuk tujuan kesejahteraan bangsa.

“Peran sains dan teknologi sangat besar dalam membantu upaya penguasaan tersebut, namun demikian peran manusia yang memiliki kesadaran akan pentingnya penguasaan maritim untuk kejayaan bangsa,” sambungnya.

“Terlebih lagi bila Indonesia Ocean Policy yang telah diterbitkan oleh pemerintah melalui Perpres Nomor 16 Tahun 2017 dapat dipedomani dan diimplementasikan oleh semua stake holder maritim terkait untuk mencapai kejayaan maritim bangsa Indonesia,”ujar Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio memungkasi.

Orasi ilmiah Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio menjadi rangkaian acara dari Dies Natalis ke-53 Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) TA.2019. Prosesi Dies Natalis dibuka oleh Komandan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) Laksamana Pertama Ir. Avando Bastari, M. Phil.

Pada awal sambutanya, ia menyampaikan ucapan selamat datang dari Keluarga besar Civitas Akademika STTAL kepada Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio, MM. “Selamat datang di Kampus STTAL, tempat di tempanya sumberdaya manusia TNI AL yang menguasai teknologi kemaritiman di era revolusi industri 4.0,” ujarnya.

Seusai memberikan orasi ilmiah, Laksamana TNI (Purn) Prof Dr. Marsetio, MM memberikan buku tentang karya ilmiahnya kepada Komandan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) Laksamana Pertama Ir. Avando Bastari, M. Phil.

Selanjutnya acara diteruskan dengan penyerahan sertifikat oleh Komandan STTAL kepada Laksamana TNI (Purn) Prof.Dr Marsetio, MM dan foto bersama Civitas Akademika STTAL.

Hadir dalam kegiatan Orasi Ilmiah Dies Natalis STTAL Ke-53, Direktur Umum Kodiklatal Laksma TNI Taat Siswo Sunarto, pejabat teras STTAL, perwakilan civitas akademika Politeknik Pelayaran Surabaya, Universitas Muhamadiyah Surabaya, Taruna dan Taruni Akademi Angkatan laut Surabaya serta para mahasiswa Pascasarjana, Sarjana dan Diploma STTAL.

Komentar