Cari KM Lintas Timur, Basarnas dan TNI AU Kerahkan Boeing 737

Info Maritim298 Dilihat

Makassar, indomaritim.id – KM Lintas Timur yang tenggelam di perairan Banggai Laut, Sulawesi Tengah, Sabtu (1/6/2019) lalu masih menjadi prioritas Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar, Sulawesi Selatan. Khususnya, pencarian 17 anak buah kapal KM Lintas Timur.

Kepala Kantor Basarnas Makassar, Mustari bersama Kasie Operasi SAR, Basri melakukan koordinasi dengan TNI AU Lanud Hasanuddin yang mengerahkan Pesawat Boeing 737-200 untuk ikut melakukan pencarian KM Lintas Timur yang tenggelam di Perairan Laut Banggai.

Baca Juga: Empat Tahun Arungi Nusantara, Begini Keberhasilan Tol Laut

“Upaya pencarian sudah dilakukan oleh Basarnas Palu, namun 17 korban belum ditemukan. Kita berkoordinasi ke TNI AU untuk membantu pencarian lewat udara sehingga bisa memantau lebih luas,” kata Kepala Kantor Basarnas Makassar, Mustari, Kamis (6/6/2019).

Pesawat Boeing 737.200 dengan 14 orang crew prajurit TNI AU berangkat dari Pangkalan Udara Hasanuddin pukul 10.00 WITA dengan ketinggian pencarian di bawah 10.000 kaki.

Pesawat akan menyisir perairan yang diduga terdapat korban. Lama pencarian pesawat yaitu 1 jam 30 menit dan akan kembali terbang setelah mengisi bahan bakar di Kendari.

“Semoga dengan bantuan pesawat TNI AU Lanud Hasanuddin bisa mendapatkan informasi keberadaan 17 korban yang masih dinyatakan hilang,” lanjut Mustari.

Sebelumnya dikabarkan KM Lintas Timur mengalami kecelakaan dan dinyatakan tenggelam setelah salah seorang kru kapal atas nama Yacob ditemukan di Perairan Luwuk. Dari keterangan korban, kapal nahas tersebut mengalami kecelakan sejak tanggal 1 Juni 2019.

Baca Juga: Yang Ming Marine Transport Resmi Layani Ekspor dari Indonesia

Kapal kargo KM Lintas Timur dengan berat GT.1720 membawa muatan semen 3.000 sak tersebut berangkat dari Pelabuhan Bitung pada 28 Mei lalu dengan tujuan Pelabuhan Morowali, Sulawesi Tengah.

“Satu orang penumpang berhasil ditemukan oleh kapal NV. Nurbayaksar terapung di perairan Bangkep dalam kondisi selamat pada Selasa (4/6/2019), dan 17 lainnya masih dalam upaya pencarian,” kata Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Ahmad di Jakarta.

Sebelum tenggelam, sebelumnya mesin kapal sempat diperbaiki dan kembali melanjutkan perjalanan. Nahas, mesin yang bermasalah dan cuaca yang memburuk membuat kapal terombang-ambing dan akhirnya kapal tenggelam.

Reporter: Mulyono Sri Hutomo
Editor: 
Rajab Ritonga

Komentar