Jakarta, indomaritim.com – Tanpa demokrasi tidak ada kebebasan, maka untuk mempertahankan dan melindunginya diperlukan kebebasan yang beretika. Selama ini kelembagaan birokrasi pemerintah ditarik dari lokus dan fokus penggunaan kekuasaan yang kadang mencoreng terwujudnya demokrasi.
Hal itu ditegaskan oleh Dewan Pakar Bidang Geopolstra BPIP RI. Prof. Dr. Ermaya Suradinata, dalam ceramahnya di hadapan para peserta dalam Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXV Tahun 2023 Lemhannas RI, di Gedung Dwi Warna Lemahnanas, Jakarta (12/3/2023).
Selanjutnya mantan Gubernur Lemhannas RI menjelaskan, paradigma kekuasaan selalu bergulir dari waktu ke waktu. Perjalanan bangsa Indonesia memperlihatkan adanya pergeseran kekuasaan antara legislatif dan eksekutif. “Di dua Lembaga itu peran militer ikut mewarnai paradigma kekuasaan . Pada kurun waktu tertentu lokus kekuasaan berada pada eksekutif. Di situ pemerintah lebih kuat menunjukkan supremasi kekuasaannya. Begitu pun sebaliknya pada kurun waktu lain,” kata Ermaya.
Mantan Dirjen Sospol Depdagri RI ini menilai, bangsa Indonesia telah mengalami berbagai pengalaman pahit, komitmen awal para pendiri Republik Indonesia. “Hal ini seperti yang tertuang dalam pembukaan Undang Undang Dasar 1945, adalah menciptakan bangunan politik demokrasi yang representatif dan pluralistis sesuai dengan nilai keadilan sosial, kesejahteraan rakyat dan kemanusiaan.
Selain itu Prof Ermaya juga menyebutkan, Indonesia dewasa ini semakin dihadapkan oleh isu-isu strategis global yang terkait ideologi, transnasional, politik hukum dan pertahanan keamanan, kawasan Asia Pasifik dan dunia, antara lain normalisasi hubungan bilateral Saudi Arabia dan Iran serta menghangatnya hubungan Israel dan Suriah.
Hal tersebut, menurut Prof Ermaya sangat penting hubungannya dengan kebijaksanaan publik berbasis nilai kebangsaan. “Ini dalam rangka akselerasi kesinambungan pembangunan nasional bangsa Indonesia,” jelasnya seraya menekankan, diperlukan dalam mengantisipasi derasnya globalisasi, reformasi dan demokrasi serta persaingan dalam berbagai bidang kehidupan. (zet)








Komentar