MPP Resmi Diluncurkan, Tonggak Baru Hubungan Strategis Indonesia-Inggris

Berita, Nasional260 Dilihat

Jakarta, Indomaritim.com – Perusahaan pertahanan Inggris, Babcock International Group, bersama Kedutaan Besar Inggris di Jakarta dan Kamar Dagang Inggris (BritCham), resmi meluncurkan Maritime Partnership Programme (MPP) untuk memperkuat kerja sama maritim dengan Indonesia, Kamis (23/6/2026).

Peluncuran yang digelar di Jakarta ini dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Inggris untuk Aviasi, Maritim, dan Dekarbonisasi Keir Mather, Chief Executive Babcock David Lockwood OBE, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey CVO OBE, serta sejumlah perwakilan pemerintah, industri, dan akademisi.

Dalam kesempatan tersebut, Babcock menandatangani empat Nota Kesepahaman (MoU) strategis yang mencakup pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, dan kapabilitas industri maritim.

Kerja sama ini meliputi pendanaan 30 beasiswa Chevening bagi mahasiswa Indonesia selama tiga tahun, pembentukan konsorsium enam universitas Inggris–Indonesia, pengembangan teknologi maritim bersama PT Len Industri, serta penjajakan kolaborasi pembuatan kapal dengan PT Citra Shipyard.

Program ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan maritim senilai £4 miliar yang ditandatangani kedua negara pada 2025, sekaligus memperkuat Kemitraan Strategis Inggris–Indonesia.

Chief Executive Babcock, David Lockwood, menegaskan komitmen jangka panjang perusahaannya terhadap Indonesia.

“Indonesia merupakan mitra strategis utama bagi Babcock. Kami berkomitmen untuk berinvestasi pada masyarakat, industri, dan masa depan Indonesia sebagai negara maritim terkemuka,” ujarnya.

Sementara itu, Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, menyatakan bahwa MPP menjadi wujud nyata kemitraan strategis kedua negara.

“Program ini menunjukkan bagaimana kerja sama internasional dapat menghadirkan manfaat konkret, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peluang pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Ketua BritCham Indonesia, Ian Betts, menambahkan bahwa kemitraan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan ekonomi dan industri kedua negara.

“Kolaborasi ini tidak hanya di sektor pertahanan, tetapi juga mendorong transfer keterampilan, pengembangan industri lokal, dan pertumbuhan ekosistem maritim yang berkelanjutan,” ujarnya. (HAA)

Adv Banner

Komentar