Hopeland Camp Jadi Saksi Lahirnya ELPALA SMA 68 Angkatan 41

Berita, Lifestyle28 Dilihat

Bogor, indomaritim.com – Klub Pencinta Alam ELPALA SMA 68 Jakarta menggelar pelantikan anggota angkatan ke-41 di Hopeland Camp, Cijeruk, Kabupaten Bogor, pada Kamis hingga Sabtu (23–25/4). Kegiatan ini menjadi bagian dari proses kaderisasi berkelanjutan dalam membentuk generasi pencinta alam yang tangguh dan bertanggung jawab.

Pelantikan tersebut dihadiri para pendiri ELPALA, Dar Edi Yoga dan Eka Bama Putra, serta anggota lintas angkatan. Hadir pula Hendrata Yudha, anggota TRAMP sekaligus pemilik Hopeland Camp, Pembina Elpala Rahman Rudyansyah, dan Ketua ELPALA saat ini, Dafa Maheswara.

Dalam kegiatan ini, ELPALA kembali menegaskan komitmennya terhadap aspek keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas di alam bebas. Penekanan ini menjadi fondasi penting dalam seluruh sistem pendidikan organisasi.

Pembina ELPALA, Rahman Rudyansyah, menegaskan bahwa keselamatan bukan sekadar materi, melainkan budaya yang harus tertanam dalam setiap anggota.

“Keselamatan adalah prinsip dasar yang tidak bisa ditawar. Setiap anggota harus memahami batas kemampuan diri, disiplin terhadap prosedur, dan saling menjaga dalam setiap kegiatan,” ujarnya.

Sementara itu, pendiri ELPALA Dar Edi Yoga menekankan pentingnya proses pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter. “Pendidikan di ELPALA bukan untuk ‘menguatkan fisik semata’, tetapi membentuk cara berpikir, tanggung jawab, dan kemampuan mengambil keputusan di alam. Itu yang utama,” kata Dar Edi Yoga.

Ia juga menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi kesadaran kolektif, bukan hanya instruksi. “Keselamatan itu bukan sekadar aturan tertulis, tapi harus menjadi kesadaran setiap anggota. Tanpa itu, kemampuan teknis tidak ada artinya,” tambahnya.

Sistem pendidikan ELPALA sendiri mencakup penguasaan teknis seperti navigasi darat, survival, serta manajemen perjalanan di alam terbuka. Pendekatan ini dinilai relevan untuk dijadikan role model bagi organisasi pencinta alam tingkat SMA, khususnya di Jakarta.

Sejak 2004, ELPALA telah melakukan pembaruan signifikan dengan menghapus pola pendidikan semi militer. Praktik bullying dan perpeloncoan juga secara tegas dilarang dalam seluruh proses kaderisasi.

Pelantikan angkatan ke-41 ini diharapkan dapat melahirkan anggota baru yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga menjunjung tinggi etika, keselamatan, dan kecintaan terhadap alam. (Hes)

Adv Banner

Komentar