Marine Stewardship Council Beri 60.000 Dolar untuk Jateng dan Kalsel

Dana untuk perbaikan sektor perikanan skala kecil

Semarang, Indomaritim.com – Marine Stewardship Council (MSC) menggelontorkan pendanaan program Ocean Stewardship Fund (OSF) 2026 sebesar 60.000 dolar AS untuk mendukung perbaikan sektor perikanan udang skala kecil di Jawa Tengah dan Kalimantan Selatan.

Penyerahan dana hibah OSF secara simbolis dilakukan oleh MSC kepada Perkumpulan Kerupuk Udang Berkelanjutan Indonesia (PKUBI), di Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Jateng, Semarang, Senin.

Fishery Manager Indonesia and Southeast Asia MSC Anthony Alvin menjelaskan bahwa dana hibah OSF itu ditujukan untuk program Fishery Improvement Program (FIM), dalam kaitan ini perbaikan perikanan tangkap udang.

Menurut dia, sektor perikanan tangkap udang memang memerlukan proses berkelanjutan seiring dengan kebutuhan dan tuntutan pasar.

“Kebutuhan dari ‘buyer‘ dan juga tuntutan dari pasar memang produk itu sudah harus yang berkelanjutan. Mereka juga minta sudah ada ‘sustainability‘-nya untuk keberadaannya,” katanya.

Sebagai industri yang menaungi ribuan nelayan udang, kata dia, PKUBI sangat berkepentingan untuk perikanan udang berkelanjutan, apalagi dengan pangsa pasar Uni Eropa yang persyaratannya ketat.

“Dengan pendanaan OSF dari MSC, mereka (PKUBI, red.) mereka nanti bisa pakai untuk membantu dalam pengelolaan (perikanan tangkap udang yang berkelanjutan, red.). Mereka dibantu Kolektif sebagai konsultan,” katanya.

Bendahara PKUBI Ardley Widjaja menjelaskan bahwa pasar Uni Eropa memang mensyaratkan penyediaan kerupuk udang yang memakai bahan baku komoditas yang berkelanjutan.

Karena itu, PKUBI mulai 2016 telah memulai upaya, seperti memberikan pelatihan kepada nelayan binaan dalam menangkap udang dengan cara yang baik, benar, dan berkelanjutan.

“Jadi, memakai alat tangkap yang ramah lingkungan, jumlahnya yang ditangkap juga harus dicatat supaya bisa dianalisa dan diteliti juga oleh para akademisi,. Terus bekerja sama dengan dinas-dinas terkait,” katanya.

Ardley yang juga Direktur PT Cassanatama Naturindo menyebutkan saat ini ada sekitar 280 nelayan kecil di Demak, Jateng, yang menjadi binaan perusahaan tersebut untuk mencari udang sebagai bahan baku kerupuk udang.

Untuk skala produksi kerupuk udang, kata dia, mencapai sekitar 2,5 ton per hari atau sekitar 16 ton per minggu yang akan dikirim ke negara Uni Eropa, khususnya Inggris Raya dan Belanda.

Sementara itu, Kepala DKP Jateng Endi Faiz Effendi menyebutkan bahwa potensi perikanan tangkap udang di wilayah tersebut selama ini terdapat di Kabupaten Demak.

Ia berharap bantuan pendanaan dari MSC tersebut bisa membantu meningkatkan kualitas ekosistem sumber daya ikan (SDI), khususnya udang secara lebih baik yang juga berdampak terhadap peningkatan perekonomian nelayan.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Kalimantan Selatan Fajar Priyo Pramono mengatakan bahwa potensi perikanan tangkap udang daerah tersebut tersebar di tiga kabupaten, yakni Kota Baru, Tanah Bumbu, dan Tanah Laut.

Selama ini, para nelayan di tiga kabupaten tersebut memang banyak yang menjadi binaan dua perusahaan kerupuk udang asal Jawa Timur untuk ketersediaan bahan baku, yakni udang. (Ant)

Adv Banner

Komentar