Rosatom Temui Ketua DPD RI, Tawarkan Kerja Sama PLTN Terapung

Berita, Nasional93 Dilihat

Jakarta, indomaritim.com – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan B. Najamudin, mengatakan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) untuk memenuhi kebutuhan elektrifikasi Indonesia cukup menjanjikan di tengah tantangan krisis energi fosil.

Hal tersebut disampaikan Sultan saat menerima kunjungan Direktur Jenderal Badan Atom Federasi Rusia, Rosatom, Mr. Alexey Likhachev di ruang delegasi pimpinan DPD RI, Senayan, Jakarta, Rabu (13/05/2026).

Menurutnya, energi nuklir merupakan sumber energi bersih dan efisien di masa depan yang sejalan dengan tujuan Paris Agreement dan target net zero emission Indonesia.

“Kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Pemerintah Rusia yang sangat serius menawarkan kerja sama pengembangan energi nuklir bersama Indonesia,” ujar Sultan kepada Direktur Jenderal Rosatom, Mr. Alexey Likhachev, beserta rombongan.

DPD RI, kata Sultan, menyambut baik dan sangat mendukung kerja sama Pemerintah Indonesia dan Rusia antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin dalam berbagai bidang, terutama sektor energi, termasuk dari sisi penyusunan kebijakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Energi Baru dan Terbarukan.

“Energi nuklir sangat baik untuk negara kepulauan seperti Indonesia. Namun, kami memiliki tantangan dan membutuhkan waktu untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat karena nuklir masih cukup sensitif dan merupakan hal baru di Indonesia,” tegasnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Dirjen Rosatom Alexey Likhachev menjelaskan potensi dan strategi pengembangan PLTN oleh Rosatom, baik dari sisi teknis maupun skema pembiayaan.

“Terima kasih. Kami merasa terhormat atas sambutan dan peluang kerja sama yang akan kita kembangkan. Kami senang Ketua DPD RI sudah sering berdiskusi dengan Duta Besar Federasi Rusia dan perwakilan Rosatom di Indonesia mengenai potensi energi nuklir,” ujarnya.

Orang kepercayaan Presiden Putin dalam agenda pengembangan listrik tenaga nuklir itu mengatakan pihaknya ingin segera memulai kerja sama PLTN secara praktis antara Rusia dan Indonesia.

“Kami mengetahui bahwa jumlah penduduk Indonesia merupakan terbesar keempat di dunia sehingga potensi ekonomi Indonesia terus berkembang dan tentunya membutuhkan energi dalam jumlah besar. Karena energi adalah darah bagi perekonomian,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya mengetahui Ketua DPD RI Sultan memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan energi hijau.

“Kami percaya Indonesia sebagai negara kepulauan mampu memenuhi kebutuhan energinya secara mandiri. Indonesia membutuhkan sumber energi yang stabil dan berdaulat agar tidak bergantung pada energi dunia,” lanjutnya.

Alexey kemudian mengusulkan penempatan PLTN terapung di beberapa wilayah Indonesia.

“Kemarin saya sudah menyampaikan hal ini kepada Presiden Prabowo dan beliau telah memberikan arahan kepada PLN. Kami juga telah bertemu dengan PLN,” jelasnya.

“Oleh karena itu, kami perlu bekerja sama dengan DPD RI untuk menyosialisasikan energi nuklir kepada masyarakat Indonesia,” tutupnya. (As)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar