Istanbul, indomaritim.com– Kapal-kapal China mulai melintasi Selat Hormuz, Rabu malam (13/5) di bawah “protokol pengelolaan” Iran, demikian dilaporkan kantor berita Fars, Kamis (14/5) mengutip sumber yang mengetahui informasi tersebut.
Sumber itu mengatakan kapal-kapal tersebut diizinkan melintasi jalur perairan strategis tersebut setelah mematuhi “protokol pengelolaan selat Iran”.
Menurut Antara, pelayaran kapal-kapal China difasilitasi “berdasarkan hubungan mendalam antara kedua negara dan kemitraan strategis”, serta menyusul upaya menteri luar negeri China dan duta besar China untuk Iran.
Kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan sebanyak 30 kapal telah melintasi selat tersebut sejak Rabu malam di bawah pengawasan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran.
Pengumuman itu muncul setelah data dari platform pelacakan kapal Marine Traffic menunjukkan sedikitnya empat kapal yang terkait dengan China melintasi selat tersebut dalam 24 jam terakhir melalui koridor pelayaran “aman” milik Iran.
Selat Hormuz, salah satu jalur maritim paling penting di dunia untuk pengiriman minyak dan gas, praktis tertutup bagi sebagian besar kapal sejak dimulainya serbuan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran pada Februari, sehingga sangat mengganggu arus energi dan kargo global.
Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun perundingan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan jangka panjang.
Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump tanpa batas waktu yang ditetapkan. (RR)












Komentar