Ankara, indomaritim.com – Turki mengutuk intervensi pasukan Israel di perairan internasional terhadap bantuan kemanusiaan Sumud Flotilla yang sedang menuju Jalur Gaza dan menganggap insiden tersebut sebagai tindakan pembajakan.
“Kami mengutuk intervensi pasukan Israel di perairan internasional terhadap Armada Bantuan Kemanusiaan Sumud, yang diselenggarakan untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza, yang merupakan tindakan pembajakan baru,” kata Kementerian Luar Negeri, Senin seperti dikutip Antara.
Ankara juga mengatakan bahwa tindakan dan taktik intimidasi Israel tersebut tidak akan menghalangi solidaritas internasional dengan rakyat Palestina. Turki menuntut agar Israel segera menghentikan pencegatan dan membebaskan peserta armada yang ditahan tanpa syarat.
“Komunitas internasional, terutama negara-negara yang warganya berada di atas armada tersebut, harus memastikan keselamatan warga sipil dan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab berdasarkan hukum internasional,” kata kepala komunikasi di kantor kepresidenan, Burhanettin Duran.
Duran menambahkan bahwa Israel menyerang inisiatif sipil oleh para aktivis dari sekitar 40 negara yang bertujuan untuk memecah blokade Jalur Gaza dan memberikan bantuan kemanusiaan.
Ia menyebut tindakan Israel sebagai “tindakan barbarisme dan amoral,” yang bertentangan dengan hukum internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan.
Otoritas Turki terus mengambil semua langkah yang diperlukan untuk pemulangan warga Turki dan orang lain yang berada di atas armada tersebut dengan selamat, kata Duran.
Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Jalur Gaza berangkat dari Barcelona pada 15 April.
Pada malam 29–30 April, para aktivis menyatakan pasukan Israel mencegat kapal-kapal tersebut di dekat Pulau Kreta, merusak mesin serta sistem navigasi sebelum meninggalkan lokasi.
Pada Senin, penyelenggara menyebut armada itu kembali dikepung dan menghadapi upaya pencegatan paksa oleh kapal perang Israel di perairan internasional, sekitar 250 mil laut dari pesisir Gaza. (RR)







Komentar