Menko Polkam Kecam Israel Tangkap Sembilan WNI di Kapal Global Sumud

Nasional51 Dilihat

Jakarta, indomaritim.com – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago mengecam aksi penahanan sembilan warga negara Indonesia (WNI), termasuk wartawan yang sedang menjalankan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 oleh militer Israel.

“Bapak Menko Polkam mendukung langkah dan pernyataan Menteri Luar Negeri RI bersama negara-negara sahabat yang mengecam pencegatan terhadap armada Global Sumud Flotilla 2.0 dan penahanan sejumlah personelnya oleh militer Israel,” kata Kepala Biro Humas Data dan Informasi Kemenko Polkam Brigjen TNI Honi Havana dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.

Honi mengatakan tindakan penahanan tersebut sudah mencederai prinsip-prinsip kemanusiaan dan kebebasan pers seperti dikutip Antara.

Oleh karena itu, Kemenko Polkam akan mendukung seluruh langkah penyelamatan WNI yang saat ini sedang dijalankan Kementerian Luar Negeri.

Tidak hanya itu, Honi mengatakan Menko Polkam juga memerintahkan seluruh instansi terkait untuk memperkuat koordinasi dalam menempuh seluruh jalur diplomatik, hukum, dan komunikasi internasional untuk membebaskan para WNI.

“Prinsipnya kita tetap mengedepankan perlindungan keselamatan WNI, kebebasan pers, serta prinsip-prinsip kemanusiaan,” terang Honi.

Sebelumnya, Kemenlu RI mengonfirmasi seluruh warga negara Indonesia yang berpartisipasi dalam flotilla kemanusiaan ke Jalur Gaza menjadi korban penculikan pasukan Zionis Israel yang menyergap kapal-kapal mereka.

“Berdasarkan informasi terkini, sembilan WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi GSF 2.0 semuanya dilaporkan telah ditangkap Israel,” kata Juru Bicara II Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela merespons ANTARA secara tertulis di Jakarta, Rabu.

Kemenlu RI bersama perwakilan RI di kawasan terus melakukan pendekatan intensif dengan otoritas setempat dan seluruh pihak terkait untuk memastikan sembilan WNI tersebut dalam keadaan aman dan terlindungi.

Adapun sembilan WNI yang diculik Israel tersebut turut serta tiga wartawan media nasional yang menjalankan tugas jurnalistiknya, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

Nabyl memastikan seluruh jalur diplomatik dan langkah kekonsuleran tengah dimaksimalkan guna memastikan pelindungan penuh bagi para WNI yang diculik Israel.

Langkah-langkah tersebut, kata dia, akan terus ditempuh hingga seluruh WNI peserta flotilla ke Jalur Gaza itu dapat kembali ke tanah air dengan selamat.

“Indonesia mendesak pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan Internasional yang ditahan,” demikian Nabyl.

Disampaikan Juru Bicara I Kemlu RI Yvonne Mewengkang, menyusul penculikan lima WNI pertama pada Senin (18/5), situasi di lapangan masih sangat dinamis dan para WNI lainnya yang lolos dari pencegatan pasukan Zionis saat itu masih terancam diculik Israel.

“KBRI di Kairo, Roma, Amman, dan Istanbul telah disiagakan untuk mempersiapkan langkah penanganan WNI yang ditangkap Zionis Israel,” kata Yvonne pada Selasa (19/5).

Perwakilan RI siap melakukan penerbitan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor) sebagai dokumen perjalanan pengganti apabila paspor mereka disita Zionis, serta memberikan dukungan medis apabila diperlukan.

Yvonne mengatakan Indonesia mengutuk keras tindakan militer Zionis Israel yang mencegat kapal-kapal pembawa bantuan kemanusiaan dan menangkap para relawannya yang mencakup sejumlah WNI.

Situasi tersebut juga menegaskan kembali pentingnya kesadaran rezim zionis untuk menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional, demikian Yvonne.

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar