Diperiksa, Kondisi Kesehatan Nakhoda dan Anak Buah Kapal

Untuk mencegah masuknya virus Ebola di Pelalabuhan Pangkalpinang

Daerah140 Dilihat

Pangkalpinang, indomaritim.com – Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kelas II Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengintensifkan pengecekan kesehatan nakhoda dan anak buah kapal (ABK) di Pelabuhan guna mencegah masuknya virus Ebola di daerah itu.

“Alhamdulillah, hingga saat ini belum ada nakhoda dan ABK kapal kargo dan ikan yang ditemukan terindikasi tertular virus Ebola,” kata Ketua Tim Kerja 4 BKK Kelas II Pangkalpinang M Leo Arybowo di Pangkalpinang, Jumat seperti dikutip Antara.

Ia mengatakan pemeriksaan kesehatan bagi nakhoda dan ABK kapal yang melakukan perjalanan ke luar negeri dilakukan di seluruh pelabuhan Provinsi Kepulauan Babel, seiring adanya penetapan status darurat global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo.

“Seluruh nakhoda, ABK kapal kargo dan ikan yang bersandar di pelabuhan ini diperiksa guna memastikan apakah mereka dalam kondisi sehat dan tidak tertular virus penyakit menular,” ujarnya.

Ia menyatakan untuk memastikan nakhoda dan ABK bebas terjangkit Ebola ini, Tim Kesehatan BKK Kelas II Pangkalpinang melakukan pengecekan suhu tubuh, tekanan darah, pemeriksaan oksigen, pernafasan para nakhoda dan anak buah kapal yang bersandar di pelabuhan, seperti Pelabuhan Pangkalbalam, Tanjung Gudang, Tanjung Pandan, Tanjung Kalian, dan pelabuhan resmi lainnya.

Selain itu, tim kesehatan juga akan melakukan tanya jawab kepada pelaku perjalanan ke luar negeri ini, seperti melakukan perjalanan ke negara mana saja dan aktivitas yang dilakukan nakhoda dan ABK di negara yang mereka singgahi.

“Apabila ditemukan suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius dan tanda-tanda terjangkit virus Ebola, akan dilakukan penanganan lebih lanjut dan dirujuk ke rumah sakit rujukan yang telah ditetapkan untuk mencegah penularan virus ini,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan ke luar negeri untuk selalu menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari virus berbahaya ini.

“Kita tidak hanya melakukan pemeriksaan kepada nakhoda dan ABK kargo dan ikan saja, tetapi juga para penumpang kapal pesiar yang singgah atau berlabuh di perairan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” katanya. (RR)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar