Jayapura, indomaritim.com – Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengatakan, pencarian terhadap tiga warga yang dilaporkan hilang saat insiden bom peninggalan PD II di Biak, diperluas hingga empat kilometer dari tempat kejadian perkara.
Diperluasnya pencarian itu bertujuan untuk menemukan korban atau barang bukti terkait korban.
“Pencarian hari ini Senin (8/6), merupakan hari terakhir setelah Basarnas diperpanjang waktu pencarian,” kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan, Senin.
Dihubungi Antara dari Jayapura, Kapolres Biak mengatakan, tim SAR gabungan telah menemukan potongan tubuh manusia yang disimpan di kamar jenazah RSUD Biak dan saat ini tim DVI sedang melakukan pencocokan dengan darah atau DNA dari keluarga.
Pemeriksaan DNA dilakukan di Puslabfor Mabes Polri di Jakarta dan diharapkan hasilnya segera diterima sehingga pihaknya akan memberitahukannya ke masyarakat, kata AKBP Ari Trestiawan.
Ditambahkan, saat ini sterilisasi sudah selesai dilaksanakan oleh tim penjinak bom dari Gegana Brimob Polda Papua namun pihaknya berharap masyarakat tidak memasuki kawasan itu .
“Walaupun sterilisasi sudah selesai dilaksanakan namun pihaknya berharap masyarakat tidak memasuki kawasan itu hingga penyelidikan selesai dilakukan anggota,” kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan.
Insiden meledaknya bom peninggalan PD II di Biak yang terjadi tanggal 31 Mei lalu mengakibatkan enam orang meninggal dan tiga warga dilaporkan hilang.
Tiga warga yang hilang adalah Yulianus Raubaba (26 th), Lae Madura (45 th) dan Abis Marandof (27 th), kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan. (RR)








Komentar