AS Akan Ambil Putusan Jika Iran Tolak Inspeksi Badan Tenaga Atom Internasional

Internasional16 Dilihat

Washington, indomaritim.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump terpaksa akan mengambil keputusan jika Iran menolak bekerja sama dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dalam rangka mengizinkan inspeksi nuklir, kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Selasa (23/6).

“Apa pun situasi politik internal atau domestik mereka, saya rasa mereka akan menanganinya. Namun, kita tahu apa yang telah mereka sepakati untuk dilakukan dan kini mereka harus memilih untuk melaksanakannya atau tidak. Jika mereka melaksanakannya, maka proses akan terus berjalan. Jika tidak, maka Presiden (Trump) harus mengambil sejumlah keputusan,” kata Rubio seperti dikutip Antara.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Esmail Baghaei mengatakan IAEA tidak memiliki rencana untuk memeriksa fasilitas nuklir Iran yang rusak akibat dampak konflik.

Sementara itu, Trump pada Selasa mengatakan bahwa tidak ada urgensi bagi inspektur IAEA untuk segera memulai kunjungan ke Iran, seraya menambahkan bahwa mereka akan tiba pada waktunya.

Sebagaimana diwartakan, delegasi Iran dan Amerika Serikat telah melakukan pembicaraan di Burgenstock, Swiss, Minggu (21/6), dengan Qatar dan Pakistan bertindak sebagai mediator negosiasi.

Delegasi AS dipimpin oleh Wakil Presiden AS J.D. Vance, sedangkan tim Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.

Baik Baghaei maupun Vance kemudian mengumumkan adanya kemajuan dalam pembicaraan tersebut.

Kemudian pada Senin (22/6), Baghaei menyatakan Iran akan terus bekerja sama dengan IAEA berdasarkan prinsip-prinsip yang berlaku saat ini. Sementara itu, Vance mengatakan bahwa inspektur IAEA bisa tiba di Iran paling cepat pada pekan ini. (Edo)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar