Menlu AS: Trump Punya Opsi Jika Iran Gagal Capai Kesepakatan

Internasional122 Dilihat

Washington, indomaritim.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memiliki berbagai opsi jika Iran menolak menyetujui ketentuan kesepakatan bersama, tetapi ia tetap lebih memilih jalur diplomasi, kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Kamis.

“Presiden memiliki banyak opsi yang dapat ia gunakan. Jika Iran mengingkari janjinya, atau jika Iran memutuskan tidak ingin mencapai kesepakatan, mari kita berharap itu tidak terjadi. Kami tidak menginginkan hal tersebut. Kami akan memberikan setiap kesempatan bagi diplomasi untuk berhasil,” kata Rubio kepada para wartawan seperti dikutip Antara.

Rubio menegaskan bahwa nota kesepahaman (MoU) antara Amerika Serikat dan Iran bukanlah kesepakatan final, itu hanya menciptakan kerangka kerja dan garis besar untuk negosiasi lebih lanjut, tambahnya.

Pada malam menuju 18 Juni, Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman tersebut secara jarak jauh. Dokumen itu mengatur penghentian konflik militer yang dimulai pada 28 Februari.

Selain itu, dokumen tersebut juga menetapkan jadwal bagi Amerika Serikat untuk mencabut blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, serta bagi Iran untuk memulihkan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.

Iran juga berkomitmen untuk tidak memperoleh senjata nuklir. Namun, isu mengenai program nuklir Iran akan diselesaikan melalui perjanjian terpisah. Kedua pihak dijadwalkan menggelar negosiasi mengenai masalah tersebut dalam waktu 60 hari.

Bagi Teheran, hasil yang diharapkan dari proses tersebut adalah pencabutan sanksi-sanksi yang selama ini diberlakukan terhadap Iran. (RR)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar