Sangatta, indomaritim.com – Pengembangan pariwisata di Pulau Miang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur tetap mempertahankan ekosistem laut dengan tidak merusak hutan bakau, tetap menjaga kelestarian terumbu karang, dan menghormati keberadaan satwa laut agar tetap berkembangbiak.
Sejumlah destinasi wisata di Pulau Miang, Kecamatan Sangkulirang yang ada saat ini pun tetap mempertahankan ekosistem laut seperti Kampung Bahari Nusantara, Gusung Sappalage, hutan mangrove, Bukit Pandang, dan lainnya.
“Dulu Kabupaten Kutim dikenal karena tambangnya, tapi kini mulai bergeser, banyak yang datang karena keindahan alam dan lautnya, salah satunya daya tarik wisata bahari di Pulau Miang,” kata Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di Sangatta, Selasa seperti dikutip Antara.
Ini karena Pulau Miang menawarkan keindahan bawah laut luar biasa. Air laut yang jernih menjadi rumah bagi terumbu karang dan berbagai jenis ikan yang beragam, menjadikannya lokasi ideal untuk snorkeling dan scuba diving.
Pulau Miang juga memiliki ekosistem alam yang terjaga, termasuk hutan bakau yang hijau dan asri. Kemudian ada sumur air tawar di pulau seluas 727.000 hektare ini. Sumur tersebut belum pernah mengering meski saat musim kemarau.
Berkat keistimewaan ini, maka sumur tersebut menjadi sumber mata air bagi warga setempat, sekaligus menambah daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung.
“Pengembangan kawasan wisata di Pulau Miang tetap terbuka bagi investor maupun masyarakat. Namun seluruh aktivitas pembangunan harus mengikuti aturan tata ruang dan tidak merusak lingkungan pesisir maupun ekosistem laut yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan,” kata bupati.
Saat diwawancarai setelah peluncuran Sekolah Lansia di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Senin kemarin, bupati juga mengatakan bahwa pemda memberikan kesempatan kepada siapa pun yang ingin berinvestasi dan mengembangkan potensi wisata, namun harus mengelolanya secara ramah lingkungan.
Ia juga mengatakan bahwa terumbu karang merupakan salah satu daya tarik utama bagi wisatawan baik untuk menyelam maupun snorkeling, sehingga tidak boleh ada bangunan yang berdiri di atas terumbu karang. (RR)













Komentar