Lampung, indomaritim.com – Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, bekerja sama dengan CMA CGM Group yang bermarkas di Prancis, sebuah perusahaan global yang bergerak di bidang solusi transportasi laut, darat, udara, dan logistik menyelenggarakan acara di Bandar Lampung untuk membagikan pencapaian kolaborasi bersama mereka sejak tahun 2024.
Acara tersebut dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke fasilitas Anjing Pendeteksi Satwa Liar (WDD) di Kalianda, Lampung Selatan, di mana para delegasi menyaksikan secara langsung peran program tersebut dalam mendukung upaya pencegahan perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar.
Program WDD diprakarsai oleh Wildlife Conservation Society Program Indonesia (WCS Indonesia) dan mitra lokal Jaringan Satwa Indonesia (JSI), untuk mendukung Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik (KSG), Kementerian Kehutanan dalam mencegah perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar.
Kemitraan antara Kementerian Kehutanan, bersama dengan WCS Indonesia dan CMA CGM sejak 2024, telah memberikan dampak nyata terhadap biosekuriti nasional, termasuk:
• Melakukan penilaian kerentanan pelabuhan secara komprehensif untuk mengidentifikasi dan menutup celah penyelundupan.
• Melibatkan dan melatih 127 personel pelabuhan serta penegak hukum dari berbagai instansi pemerintah dan non-pemerintah.
• Mengerahkan unit K9 melalui program WDD, yang secara langsung mendukung 39 operasi gabungan dengan instansi pemerintah.
Melalui operasi yang didukung kemitraan ini sejak tahun 2024, 957 ekor satwa berhasil diselamatkan dari jaringan perdagangan ilegal termasuk burung kipasan belang, cica daun sayap biru, dan elang brontok. Dari total tersebut, 770 satwa di antaranya telah dilepaskan kembali ke habitat alaminya. Selain melindungi spesies yang terancam punah, intervensi ini berperan penting dalam memutus rantai penyakit zoonosis yang mengancam kesehatan masyarakat dan hewan.
Selama kunjungan ke fasilitas Kalianda, para delegasi mengamati bagaimana anjing pendeteksi khusus dilatih untuk mengidentifikasi satwa liar beserta produk turunannya yang disembunyikan di dalam kargo.
Dr. Ahmad Munawir, S.Hut., M.Si., Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kehutanan, menyampaikan, “Perlindungan tumbuhan dan satwa liar merupakan tanggung jawab hukum bersama yang memerlukan pengawasan secara kolaboratif, terintegrasi, dan berbasis risiko. Jalur logistik merupakan salah satu simpul penting yang perlu terus diperkuat pengawasannya karena dapat dimanfaatkan dalam rantai perdagangan ilegal. Oleh karena itu, kerjasama ini merupakan langkah strategis untuk mendukung pencegahan, deteksi dini, dan penanganan perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa Program Wildlife Detection Dog merupakan instrumen pendukung yang efektif untuk memperkuat pengawasan di tingkat lapangan. Melalui dukungan unit K9, peningkatan kapasitas personel, dan kerja sama lintas sektor, inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kecepatan, ketepatan, dan efektivitas upaya perlindungan tumbuhan dan satwa liar.
Keberhasilan kerja sama ini juga diharapkan dapat diterapkan di lokasi-lokasi lain yang rawan perdagangan ilegal, sehingga mampu memperkuat aksi multipihak yang lebih luas dalam menjaga keanekaragaman hayati dan keberlanjutan lingkungan jangka panjang.
Sofi Mardiah, Senior Manager Program Wildlife Trade and Policy WCS Indonesia, menyatakan, “Selama satu tahun terakhir, telah terbukti bahwa perlindungan hidupanliar dan perlindungan rantai pasok harus berjalan beriringan. Dengan kolaborasi Kementerian Kehutanan dan dukungan CMA CGM, kami telah memperkuat kesiapan operasional dan memperdalam kemitraan yang telah ada,” ujarnya.
Program WDD, lanjutnya, menegaskan pentingnya deteksi dini di garis depan, sebagai langkah krusial bagi konservasi.
“Melalui upaya ini, CMA CGM menunjukkan kepemimpinannya dengan membuktikan bahwa perusahaan logistik global tidak akan membiarkan rantai pasoknya digunakan untuk kejahatan terhadap hidupanliar. Kami berterima kasih atas komitmen mereka dan berharap dapat memperluas dampak bersama serta menjadi bagian dari solusi.” ungkapnya.
Ikram Ghazali, Presiden Direktur CMA CGM Indonesia, menyatakan, “Sebagai pemain global dalam industri pelayaran dan logistik, kami menyadari bahwa rantai pasok memegang peran penting, baik dalam memfasilitasi maupun mencegah aktivitas ilegal. Kemitraan kami dengan Kementerian Kehutanan dan WCS Indonesia mencerminkan komitmen kami memperkuat sistem pengamanan di seluruh jaringan logistik serta mendukung solusi praktis seperti program Anjing Pendekteksi Satwa Liar. Melindungi keanekaragaman hayati membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara sektor publik dan swasta, dan di CMA CGM kami berkomitmen menjalankan peran kami di Indonesia.” pungkasnya. (Hes)














Komentar