Ambon, indomaritim.com – PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ambon, Maluku, membuka lintasan penyeberangan baru Larat-Wunlah-Seira-Saumlaki di Kabupaten Kepulauan Tanimbar mulai 13 Juli 2026.
“Rute ini akan dilayani KMP Temi untuk memperkuat konektivitas antarpulau, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung distribusi logistik di wilayah Tanimbar,” kata Pelaksana Tugas (Plt) General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ambon Hafiluddin Usman, di Ambon, Jumat.
Ia mengatakan, pembukaan lintasan baru tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar agar ASDP melayani wilayah-wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses transportasi.
“Insya Allah pada 13 Juli 2026 kami mulai melayani lintasan baru Larat, Wunlah, Seira, dan Saumlaki menggunakan salah satu armada ASDP Cabang Ambon, yakni KMP Temi,” ujarnya.
Menurut dia, kehadiran layanan feri di lintasan tersebut diharapkan mempermudah masyarakat memperoleh akses terhadap layanan dasar sekaligus meningkatkan mobilitas antarpulau.
“Mudah-mudahan dengan kapal feri melayani Larat, Wunlah, Seira, dan Saumlaki, akses layanan dasar masyarakat bisa terpenuhi dan mobilitas masyarakat lebih terjamin,” katanya pula.
Selain mengangkut penumpang, KMP Temi juga melayani kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga diharapkan dapat memperlancar distribusi barang dan menekan disparitas harga kebutuhan pokok di wilayah Kepulauan Tanimbar.
Untuk tahap awal, lintasan baru tersebut hanya dilayani satu armada dengan memanfaatkan waktu operasi KMP Temi yang sebelumnya melayani rute Tual-Larat. Setelah tiba di Larat, kapal akan melanjutkan pelayaran menuju Wunlah, Seira, dan Saumlaki sebelum kembali ke Tual melalui rute yang sama.
Departemen Head Bisnis dan Pelayanan PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ambon Ali Tamher mengatakan jadwal pelayaran ditetapkan dua kali dalam sebulan. Frekuensi tersebut disesuaikan dengan jarak tempuh yang cukup panjang, termasuk pelayaran Tual-Larat yang mencapai hampir 100 mil laut.
“Jadwal sudah kami koordinasikan dengan pemerintah daerah. Untuk sementara pelayanan dilakukan dua kali sebulan karena kapal harus kembali lagi dari Saumlaki ke Tual,” katanya.
Menurut Ali, seluruh titik sandar pada lintasan tersebut merupakan pelabuhan milik pemerintah daerah yang dapat digunakan kapal feri untuk bersandar. Sementara tarif penyeberangan masih dibahas bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Ia juga menambahkan, pembukaan lintasan baru itu juga diharapkan mendukung kelancaran distribusi logistik menjelang peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
“Kami berharap kebutuhan logistik terkait pembangunan di wilayah tersebut dapat terbantu dengan beroperasinya KMP Temi,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui faktor cuaca masih menjadi tantangan utama karena jalur pelayaran Tual-Larat merupakan perairan terbuka yang rentan terhadap gelombang tinggi, baik pada musim Barat maupun musim Timur. (RR)








Komentar