Teheran, indomaritim.com – Korps Garda Revolusi Islami (IRGC) Iran mengumumkan telah melancarkan gelombang serangan baru dengan menggunakan rudal dan pesawat nirawak (drone) untuk menyasar sejumlah fasilitas militer milik Amerika Serikat di Kuwait.
Menurut pernyataan IRGC pada Rabu pagi, serangan dalam gelombang bernama “Operasi Nasr-2” tersebut telah menghancurkan sejumlah fasilitas strategis milik AS.
Angkatan Darat dan Angkatan Udara IRGC telah melancarkan gelombang keempat dan keenam dalam operasi balasan yang dipicu oleh serangan terbaru AS terhadap Iran, jelas IRGC.
Dikutip dari Antara, serangan itu diklaim IRGC telah menghancurkan dan membakar fasilitas KJL—pusat persediaan dan logistik utama bagi AS di Asia Barat—di Mina Abdullah, Kuwait.
Iran juga menyatakan rudal dan drone mereka telah menghantam pusat komunikasi satelit AS, sistem radar pertahanan udara dan pertahanan rudal, area pertahanan udara Patriot, fasilitas logistik militer, serta platform peluncuran rudal HIMARS yang berada di Kuwait.
IRGC menegaskan serangan itu sebagai balasan atas operasi militer AS kepada kedaulatan Iran.
Selain itu, IRGC menyatakan bahwa Iran tidak memusuhi rakyat Kuwait dan serangan tersebut ditujukan semata-mata kepada pasukan militer AS yang beroperasi di negara tersebut.
Iran berharap rakyat Kuwait mengusir pasukan AS dari kawasan, mengingat markas militer asing menjadi sumber serangan terhadap Iran.
Militer Iran juga menegaskan bahwa operasi balasan akan terus berlanjut dan menyatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga agresi AS berakhir.(Dul)











Komentar