Lumajang, indomaritim.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mengevakuasi jenazah nelayan asal Kabupaten Jember yang tergulung ombak, saat perahunya diterjang gelombang tinggi di pantai selatan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
“Pihak Pusdalops BPBD Kabupaten Lumajang mendapatkan informasi bahwa ada jenazah terdampar di pinggir pesisir pantai Area Savana di Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh,” kata Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Isnugroho di kabupaten setempat, Jumat seperti dikutip dari Antara.
Menurutnya, tim yang terdiri dari BPBD Kabupaten Lumajang, Polsek Tempeh dan Koramil setempat, mengevakuasi jenazah dan membawanya menggunakan ambulans dari Puskesmas Tempeh menuju di RSUD Haryoto Lumajang.
“Setelah dilakukan identifikasi, diketahui bahwa jenazah tersebut adalah Sugi (50), warga Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember yang terdampak gelombang tinggi di selatan laut Lumaiang saat mencari ikan,” ungkap Isnugroho.
Berdasarkan keterangan saksi, korban Sugi bersama rekannya yakni Gio dan Zaidin berangkat mencari ikan dari Puger di Kabupaten Jember menuju ke barat pada Kamis (16/7) dan bermalam di sekitar Pantai Watupecak di Kabupaten Lumajang.
“Pada Kamis (16/7) malam terjadi gelombang tinggi di pantai selatan Lumajang hingga menyebabkan perahu yang dipakai oleh ketiga nelayan tersebut penuh dengan air dan tidak stabil, sehingga korban Sugi terpental ke laut dan hilang tergulung ombak,” katanya.
Isnugroho menjelaskan evakuasi dua rekan korban yang selamat dan masih berada di perahunya dilakukan oleh rekannya nelayan dari Puger, sedangkan keluarga korban Sugi sudah menuju ke RSUD dokter Haryoto Lumajang untuk penyerahan jenazah kepada pihak keluarga.
“Regu siaga BPBD Lumajang terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak keluarga korban. Kami mengimbau agar para nelayan tetap berhati-hati saat mencari ikan di perairan laut selatan Jawa ketika terjadi gelombang tinggi,” ujarnya. (RR)














Komentar