Ditanam, 1.000 Mangrove di Kawasan Pesisir Kota Banda Aceh

Daerah161 Dilihat

Banda Aceh, indomaritim.com – Pemerintah Aceh bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) serta industri migas yakni Medco E&P Malaka menggandeng LSM Seulanga Aceh menanam 1.000 pohon mangrove di kawasan pesisir Kota Banda Aceh sebagai komitmen pelestarian lingkungan.

“Kami atas nama Pemerintah Provinsi Aceh sangat mengapresiasi dan mendukung penuh pelaksanaan kegiatan peduli lingkungan yang diinisiasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Seulanga Aceh, yang berkolaborasi dengan BPMA, Medco E&P Malaka, serta Universitas Syiah Kuala (USK),” kata Sekda Aceh M Nasir di Banda Aceh, Minggu seperti dikutip dari Antara.

Pernyataan itu disampaikan dalam pidato tertulis yang dibacakan Asisten III Setda Aceh Murtala di sela-sela aksi penanaman mangrove di kawasan pesisir Desa Asoe Nanggroe, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh yang diikuti 300 peserta yang terdiri atas mahasiswa, masyarakat unsur pemerintah, BPMA dan Medco E&P Malaka.

Ia menjelaskan garis pantai Aceh itu panjang, apabila kawasan pesisir tersebut rusak maka penghasilan masyarakat dari sektor tersebut tentu akan terganggu.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan, salah satunya melalui penanaman mangrove yang dilakukan LSM dan kolaborasi beberapa pemangku kepentingan.

“Pada prinsipnya kewajiban menjaga lingkungan itu sama. Kita memiliki kewajiban untuk menjaga lingkungan, tidak hanya di konteks wilayah tambang, tetapi juga di kawasan pesisir. Kita pahami bersama bahwa kawasan pesisir ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat Aceh,” katanya.

Ia mengajak seluruh masyarakat terus menjaga lingkungan pesisir melalui penanaman mangrove secara berkelanjutan karena mangrove yang ditanam tersebut akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Aceh pada khususnya, dan negara pada umumnya.

Kepala BPMA Nasri Djalal menyampaikan pihaknya bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) berkomitmen untuk menjaga lingkungan, salah satunya melakukan penanaman pohon secara berkelanjutan.

“BPMA berkomitmen untuk menjaga seluruh amanat masyarakat Aceh dalam industri pertambangan minyak dan gas bumi. Kami juga wajib mengembalikan kondisi alam seperti semula melalui program plug and abandonment,” katanya.

Dalam rangka mendukung program green energy, pihaknya juga rutin mengimbau seluruh KKKS untuk tetap melakukan penanaman pohon. Salah satu pilar green energy adalah dengan memperbanyak pohon, sehingga penyerapan karbon dioksida (CO_2) dapat dilakukan secara maksimal.

“Setelah ini, kita akan melanjutkan penanaman pohon. Jika hari ini bersama Medco, selanjutnya kita akan menggandeng KKKS lainnya. Artinya, gerakan penanaman pohon ini tidak hanya terbatas di wilayah lingkar tambang eksplorasi saja, melainkan dapat meluas ke seluruh wilayah Aceh. Target kita selanjutnya adalah bekerja sama dengan Yayasan Lestari Internasional,” katanya.

Ketua LSM Seulanga Wardhana Prasetya menambahkan kegiatan tersebut untuk menumbuhkan sikap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan, salah satunya melalui aksi penanaman mangrove.

“Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Gerakan Peduli Lingkungan yang terdiri atas aksi bersih-bersih pantai, penanaman cemara laut, dan aksi penanaman mangrove. Nah, acara puncak dari seluruh rangkaian kegiatan tersebut adalah aksi penanaman mangrove ini,” katanya.

Menurut dia, penanaman mangrove tersebut bukan sekadar aksi nyata di lapangan, melainkan suatu investasi jangka panjang untuk kawasan pesisir di masa yang akan datang.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh A Hanan, General Manager Medco E&P Malaka Tutu Paniji dan Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Syiah Kuala (USK) Ilham Maulana, Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK  Wira Darma, Ketua Departemen Biologi FMIPA USK Lenni Fitri, serta dari Mapala Leuser USK. (Dul)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar