Jakarta, indomaritim.com – Perum Jasa Tirta II (PJT II) memberi pendampingan kepada keluarga satpam objek vital Waduk Jatiluhur berinisial S (40) yang ditemukan tewas di tepian danau, dengan tangan terborgol.
“Kami ingin memastikan keluarga almarhum tidak menghadapi cobaan ini sendirian. Pendampingan yang kami berikan bukan hanya untuk memenuhi kewajiban perusahaan, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian almarhum kepada Perum Jasa Tirta II,” ujar Direktur Utama Perum Jasa Tirta II Imam Santoso dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Senin seperti dikutip dari Antara.
Pendampingan tersebut diwujudkan melalui pemberian santunan, pemenuhan seluruh hak kepegawaian sesuai ketentuan yang berlaku, serta jaminan keberlangsungan pendidikan bagi kedua putra-putri almarhum hingga menyelesaikan pendidikannya.
Sebagai bentuk kepedulian jangka panjang terhadap keberlangsungan keluarga yang ditinggalkan, Direksi PJT II juga memberikan kesempatan kepada putra sulung almarhum untuk bergabung dan berkarya di Perum Jasa Tirta II.
Kesempatan tersebut akan diberikan setelah yang bersangkutan menyelesaikan pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sesuai dengan ketentuan serta kebutuhan perusahaan.
Direksi dan manajemen menegaskan komitmennya untuk memberikan pendampingan kepada keluarga korban sekaligus mendukung penuh proses penyelidikan yang sedang dilakukan aparat penegak hukum.
Imam menyampaikan bahwa perusahaan menaruh perhatian penuh terhadap penanganan peristiwa tersebut, baik dari sisi kemanusiaan maupun dukungan terhadap proses hukum yang sedang berlangsung.
“Peristiwa ini merupakan duka yang sangat mendalam bagi keluarga besar Perum Jasa Tirta II. Kami kehilangan salah satu insan perusahaan yang selama ini telah menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi,” kata Imam.
Prioritas perusahaan saat ini menurut dia, adalah memastikan keluarga almarhum memperoleh pendampingan yang layak serta memberikan dukungan penuh kepada aparat penegak hukum dalam mengungkap fakta di balik peristiwa ini.
“Kami berharap proses penyelidikan dapat berjalan secara profesional sehingga memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi keluarga korban,” ujarnya.
Sebelumnya, seorang satpam objek vital Waduk Jatiluhur berinisial S (40) ditemukan tewas di tepian danau area Tanggul Ubrug, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Jumat (24/7).
Korban ditemukan masih mengenakan seragam dinas dengan kedua tangan terborgol ke belakang. Korban sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas piket malam.
Jasadnya ditemukan setelah rekan kerja bersama warga melakukan pencarian di sekitar area waduk.
Polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban, termasuk dugaan pembunuhan dan kemungkinan kaitannya dengan aksi vandalisme yang sempat ditegur korban sebelum menghilang. (RR)














Komentar