Istanbul, indomaritim.com – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyerukan penguatan kerja sama antarnegara di kawasan untuk memulihkan stabilitas di Selat Hormuz sembari menyalahkan “agresi Amerika Serikat” sebagai penyebab ketegangan di jalur pelayaran strategis tersebut.
Menurut laporan media Iran IRIB, Selasa, seruan itu disampaikan Araghchi dalam pembicaraan telepon terpisah dengan Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan pada Senin.
Menurut Antara, kedua pembicaraan itu membahas hubungan bilateral serta perkembangan situasi terbaru di kawasan.
Araghchi menekankan pentingnya memperkuat kerja sama regional dan meningkatkan upaya diplomatik bersama guna menciptakan stabilitas di kawasan.
Ia juga menyerukan penghapusan kondisi tidak stabil di Selat Hormuz yang, menurutnya, dipicu oleh tindakan agresif Amerika Serikat.
Kawasan tersebut relatif tenang sejak Jumat setelah Amerika Serikat dan Iran menghentikan serangan menyusul eskalasi konflik selama 13 hari yang dimulai pada 11 Juli.
Selama eskalasi itu, Amerika Serikat melancarkan serangan ke wilayah Iran, sementara Teheran membalas dengan menyerang apa yang disebutnya sebagai fasilitas dan peralatan militer AS di sejumlah negara Arab.
Permusuhan kembali pecah meski Washington dan Teheran telah menandatangani nota kesepahaman pada Juni yang mengatur penghentian pertempuran dan dimulainya perundingan menuju kesepakatan yang lebih luas untuk mengakhiri perang yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat sejak 28 Februari.
Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata berakhir pada 8 Juli setelah terjadi serangan terhadap sejumlah kapal tanker di Selat Hormuz yang oleh Washington dituduhkan kepada Teheran.
Amerika Serikat menuntut Iran menghentikan serangan terhadap kapal-kapal dan menjamin kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.
Sebaliknya, Iran menegaskan lalu lintas kapal di perairan yang berbatasan dengan wilayah pantainya harus diatur melalui mekanisme yang berada di bawah pengawasannya. (Edo)








Komentar