Serang, indomaritim.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten resmi menutup Operasi SAR setelah upaya pencarian selama tujuh hari terhadap Andreas Lingsing (26), penumpang KMP Kirana II yang diduga melompat ke laut di Perairan Pulau Tempurung, jalur penyeberangan Merak–Bakauheni, Kota Cilegon, tidak membuahkan hasil.
Kasubsi Ops dan Siaga Basarnas Banten Risky Dwianto, melalui keterangannya di Serang, Selasa, menyatakan keputusan penghentian operasi kemanusiaan tersebut diambil menyusul nihilnya tanda-tanda keberadaan korban hingga hari terakhir penyisiran di lapangan.
“Operasi SAR resmi kami tutup setelah pencarian selama sepekan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban, dan pihak keluarga juga telah sepakat serta menerima hasil evaluasi ini,” ujarnya seperti dikutip dari Antara.
Memasuki hari ketujuh, Tim SAR Gabungan mengawali kegiatan sesuai dengan Search and Rescue Map (SARMAP) dan Rencana Operasi (Renops). Menggunakan perahu RIB 02, tim menyisir area seluas 13,2 nautical mile persegi menggunakan pola pencarian paralel sejauh 21,7 nautical mile.
“Penyisiran yang didukung oleh kondisi cuaca cerah berawan. Tim kemudian kembali ke Dermaga Marina dengan hasil akhir tetap nihil,” paparnya.
Selepas penyisiran, Tim SAR Gabungan menggelar mediasi bersama pihak keluarga korban untuk memaparkan seluruh hasil evaluasi pencarian selama sepekan. Berdasarkan musyawarah, pihak keluarga dapat menerima hasil tersebut dan sepakat agar operasi pencarian resmi ditutup.
Selain itu, tim juga telah memastikan penyebaran informasi (pemapelan) kepada Kantor SAR Lampung, VTS Merak, ASDP, Polair, dan Lanal Banten, namun hingga laporan diturunkan belum ada temuan baru yang mengarah pada keberadaan korban.
Seluruh personel lintas instansi yang terlibat mulai dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Unit Siaga SAR Pandeglang, Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, Polairud, Lanal Banten, VTS Merak, hingga BMKG Serang kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing.
“Pencarian dapat dibuka kembali apabila di kemudian hari ditemukan petunjuk atau tanda-tanda valid mengenai keberadaan korban,” katanya. (Dul)














Komentar