Nelayan Aceh Barat Daya Gunakan Pukat Darat untuk Jaring Ikan

Daerah21 Dilihat

Banda Aceh, indomaritim.com – Nelayan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh hingga kini masih mempertahankan tradisi menjaring ikan menggunakan metode pukat darat tradisional atau tarik pukat guna menjaga kelestarian ekosistem laut sekaligus mempererat kebersamaan antar nelayan.

“Pukat darat ini mulai kami lapuh (dilepas ke laut) sejak pagi hari, sekitar pukul 06.00 WIB,” kata salah seorang nelayan di pantai Desa Mon Mameh, Kecamatan Setia, Madi, di Abdya, Kamis seperti dikutip dari Antara.

Madi mengatakan, aktivitas melaut dengan metode pukat darat tersebut merupakan tradisi turun-temurun yang hingga kini masih menjadi tumpuan ekonomi sebagian warga pesisir.

Ia menjelaskan, proses penjaringan dimulai dengan mengangkat jaring pukat berukuran besar menggunakan perahu dayung ke arah tengah laut.

“Setelah sampai di lokasi tangkapan yang ditentukan, jaring tersebut ditebar lalu diikat kuat pada perahu,” ujarnya.

Sementara itu, dua utas tali utama dari bentangan jaring tetap berada di daratan untuk ditarik secara manual oleh belasan nelayan yang sudah bersiap di tepi pantai.

Menurutnya, metode pukat darat ini mengandalkan pembagian tugas yang terstruktur dan kerja sama tim untuk menarik beban jaring berat dari laut, dan dipimpin oleh seorang pawang.

“Untuk menarik tali di darat dibutuhkan 12 orang nelayan yang dibagi merata, yaitu enam orang di sisi kiri dan enam orang di sisi kanan. Sedangkan pawang pukat tetap berada di laut di atas perahu untuk mengomandoi arah jaring,” katanya.

Madi menambahkan, proses penarikan bentangan jaring dari tengah laut menuju bibir pantai tersebut membutuhkan waktu berkisar antara satu hingga dua jam, tergantung pada kondisi arus dan ombak.

Pantauan di lapangan, aktivitas fisik yang menguras tenaga ini ironisnya hanya dilakoni oleh para nelayan yang sudah berusia tua. Tidak terlihat adanya keterlibatan generasi muda dalam kegiatan melaut tersebut.(Edo)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar