Petambak Garam Lamongan Perkirakan Produksi 2026 Lebih Baik

Ekonomi62 Dilihat

Lamongan, indomaritim.com – Petambak garam di Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menyebut produksi garam tahun 2026 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya karena didukung cuaca yang cerah.

Salah satu petambak garam dari Kelompok Garam Karya Makmurn Sodikin mengatakan terdapat sejumlah faktor yang mendukung produksi tahun ini, di antaranya keterampilan penggarap, tenaga kerja yang kuat, cuaca cerah, serta ketersediaan bahan baku berupa air laut.

“Alhamdulillah, produksi tahun ini lebih bagus. Cuaca sangat mendukung sehingga hasilnya lebih banyak dibandingkan 2025,” ujarnya di Lamongan, Jumat seperti dikutip dari Antara.

Ia memperkirakan produksi garam di lahan yang dikelolanya hingga akhir November 2026 dapat mencapai sekitar 140-160 ton per hektare.

Menurut Sodikin, salah satu kendala yang masih dihadapi petambak adalah keterbatasan geomembran atau plastik pelapis meja kristalisasi yang berpengaruh terhadap kualitas garam.

“Kalau tidak dilapisi geomembran, hasil garamnya kurang bagus dan warnanya cenderung kuning,” katanya.

Ia menambahkan, harga garam di tingkat petambak saat ini berkisar Rp900 hingga Rp1.000 per kilogram.

Pihaknya berharap pemerintah dapat membantu penyediaan geomembran untuk mendukung peningkatan kualitas dan produksi garam.

“Harapannya pemerintah memberikan bantuan geomembran dan jangan sampai mengimpor garam dari luar,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan Joko Nursiyanto mengatakan produksi garam rakyat di daerah setempat hingga Juli 2026 mencapai 437 ton yang dihasilkan oleh 293 petambak.

“Pada 2026 kami melakukan pembinaan dan pelatihan kepada petambak garam, serta memberikan bantuan sarana produksi berupa 40 gerobak sorong dan 40 pasang sepatu bot,” katanya.

Ia menuturkan sentra produksi garam di Lamongan berada di lima desa di Kecamatan Brondong, yakni Sedayulawas, Lohgung, Labuhan, Brengkok, dan Sidomukti.

Data dinas setempat mencatat pada 2025, produksi garam Lamongan tercatat 2.896,45 ton atau 9,57 persen dari target 30.240 ton dengan luas lahan 217 hektare. Penurunan tersebut dipengaruhi kemarau basah dan tingginya intensitas hujan.

Sementara pada 2024, produksi garam Lamongan mencapai 30.166,62 ton atau melampaui target 29.400 ton dengan luas lahan 225 hektare.

Upaya peningkatan produksi garam rakyat di Lamongan sejalan dengan target pemerintah pusat mewujudkan swasembada garam nasional dengan menghentikan impor pada 2029.

Produksi garam nasional ditargetkan mencapai 2,5 juta ton pada 2026, meningkat menjadi 3,5 juta ton pada 2027, dan 5 juta ton pada 2029.(Edo)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar