Putri Mahkota Kerajaan Swedia Tanam Terumbu Karang di Pulau Gili Meno

Info Maritim406 Dilihat

Lombok Utara, indomaritim.com – Putri Mahkota Kerajaan Swedia Victoria, selaku Duta Kehormatan United Nations Development Programme (UNDP) menanam terumbu karang di Pulau Gili Meno, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mendukung pelestarian ekosistem lingkungan di daerah setempat.

Kegiatan itu dilaksanakan bersama Resident Representative UNDP Indonesia Sara Ferrer Olivella dan Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, serta Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.

Resident Representative UNDP Indonesia Sara Ferrer Olivella di Lombok Utara, Minggu, mengatakan Gili Meno menjadi salah satu lokasi asuransi terumbu karang pertama di Indonesia.

“UNDP mendorong payung hukum bagi skema ini sekaligus membentuk Marine Biodiversity Trust atau Blue Window untuk membiayai perlindungan terumbu karang di Gili,” katanya.

Ia mengatakan pada 2026, UNDP dan mitra meluncurkan laporan pembelajaran dan panduan praktis asuransi terumbu karang sebagai rujukan bagi negara lain.

Indonesia menyimpan sekitar 16 persen terumbu karang dunia yang menopang perikanan, pariwisata, dan perlindungan pesisir alami.

“Di Gili Trawangan, Meno dan Air, pariwisata berbasis terumbu karang menghasilkan lebih dari Rp9,5 triliun per tahun, sementara pendapatan harian masyarakat pesisirnya berada di bawah 15 dolar AS,” katanya seperti dikutip dari Antara.

Di tengah tekanan perubahan iklim, UNDP mendorong pembiayaan inovatif untuk ekonomi biru, mulai dari blue bond negara hingga asuransi terumbu karang yang dapat mendanai pemulihan cepat setelah kerusakan akibat iklim.

Dalam kegiatan itu, Putri Mahkota Victoria juga bertemu dengan komunitas pembudidaya rumput laut bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Prof Eka Sunarwidhi Prasedya dari Universitas Mataram.

Kegiatan penanaman terumbu karang itu merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan Putri Victoria selama dua hari di Lombok sejak Sabtu-Minggu (5-6/9) dalam rangka meninjau program pemulihan ekonomi pascagempa yang terjadi di Lombok pada 2018. (Edo)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar