Timika, indomaritim.com – Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah akan membangun Pelabuhan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) di Kampung Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah dan Kampung Otakwa, Distrik Mimika Timur Jauh untuk memperkuat konektivitas transportasi antar wilayah.
Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong di Timika, Jumat, mengatakan perencanaan pembangunan harus dilakukan secara terarah, terukur dan berkelanjutan agar setiap program pembangunan yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kondisi geografis Mimika yang diantaranya mempunyai wilayah perairan, sungai dan kawasan pesisir menyebabkan transportasi air memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung mobilitas masyarakat,” ujarnya seperti dikutip dar Antara.
Keberadaan pelabuhan ASDP menjadi salah satu prasarana penting dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, distribusi barang , keselamatan transportasi serta pelayanan publik khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah itu yang akses transportasinya sangat bergantung pada jalur perairan.
“Kegiatan ini bukan hanya perencana tetapi harus direalisasikan. Ini adalah bagian awal dari sebuah perencanaan secara keseluruhan sampai pada pembangunan fisik,” ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan Mimika Alfasiah mengatakan pembangunan tersebut saat ini telah masuk pada tahap perencanaan pembangunan pada 2026 dan diharapkan mulai dilaksanakan pembangunannya pada 2027.
“Hari ini kami melaksanakan seminar hasil perencanaan pembangunan pelabuhan oleh konsultan di dua lokasi itu. Tujuan dari seminar hasil ini agar kami Dinas Perhubungan dengan konsultan perencanaan mendapatkan masukan, saran, kritik tentu saja untuk perbaikan dari perencanaan ini,” ujarnya.
Ia mengatakan pembangunan pelabuhan tersebut direncanakan dibangun di Kampung Uta, Distrik Mimika Barat Tengah dan Kampung Otakwa Distrik Mimika Timur Jauh.
Namun berdasarkan kondisi di lapangan yang tidak memungkinkan dilakukan pembangunan di Kampung Uta sehingga rencana pembangunan dipindahkan ke Kampung Kapiraya Distrik Mimika Barat Tengah.
“Pertimbangannya di Kampung Uta ketika air laut surut kapal tidak bisa masuk, karena kedalaman jalur sungai di Uta tidak bisa dilewati kapal saat air laut surut,” ujarnya.
Ia mengatakan total anggaran yang direncanakan untuk membangun dua unit jembatan ASDP tersebut mencapai puluhan miliar dalam perencanaan yang dipaparkan dalam seminar hasil.
“Anggaran untuk Pelabuhan di Kapiraya sekitar Rp30 miliar dan Pelabuhan di Otakwa sekitar Rp38 miliar lebih. Tapi anggaran itu belum final, nanti berdasarkan masukan dari teman teman Bappeda Mimika dan PUPR Mimika pastinya akan ada perbaikan,” ujarnya. (Dul)














Komentar