Kapal Motor Penyeberangan “Kalabia” Jalani Perawatan

Tidak ada kapal pengganti untuk pelayaran Sorong-Fakfak, Sorong-Babo, dan Babo-Bintuni

Sorong, indomaritim.com – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Sorong, Papua Barat Daya, melakukan docking atau perawatan tahunan terhadap kapal motor penyeberangan (KMP) Kalabia sebagai upaya memastikan kapal tetap laik dan optimal dalam melayani masyarakat.

Kepala ASDP Cabang Sorong Fahmi Hardie di Sorong, Selasa, mengatakan KMP Kalabia menjadi kapal terakhir dari empat armada ASDP Sorong yang menjalani docking tahun ini.

“Dari empat kapal kita, ini ada satu kapal terakhir melaksanakan docking yaitu KMP Kalabia. Sehingga Kalabia sementara ini belum bisa melayani lintasannya,” katanya seperti dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan proses docking KMP Kalabia diperkirakan berlangsung selama 15 hingga 20 hari. Setelah proses perawatan selesai, kapal masih menunggu penyelesaian dokumen sebelum kembali beroperasi.

Menurut Fahmi, docking merupakan kewajiban tahunan untuk memastikan kondisi kapal tetap laik dan andal, sekaligus mendukung aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan atau 3S (safety, security, service).

“Keselamatan ini memang menjadi prioritas utama dalam setiap operasional ASDP,” ujarnya.

Selama menjalani docking, sejumlah lintasan yang biasa dilayani KMP Kalabia untuk sementara tidak dapat dilayani, yakni Sorong-Fakfak, Sorong-Babo, dan Babo-Bintuni.

Fahmi mengatakan lintasan tersebut belum dapat diambil alih oleh kapal ASDP lainnya karena masing-masing lintasan telah ditetapkan untuk dilayani KMP Kalabia.

“Untuk lintasan itu memang sudah lintasannya KMP Kalabia, jadi tidak ada penggantinya,” katanya.

Ia mengatakan ASDP Cabang Sorong saat ini mengoperasikan empat armada, yakni KMP Kurisi, KMP Terubuk 1, KMP Arar, dan KMP Kalabia, yang mendukung konektivitas antarpulau di wilayah Papua Barat Daya dan Papua Barat.

ASDP Cabang Sorong, kata dia, melayani sebanyak 18 lintasan sebagai bagian dari upaya menjaga konektivitas masyarakat di wilayah kepulauan.

“ASDP bukan hanya menghubungkan satu pulau dengan pulau lainnya, tetapi juga menghubungkan masyarakat dengan kebutuhan, peluang ekonomi, pendidikan, layanan, serta pariwisata,” katanya.

Fahmi menambahkan pihaknya terus meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk menyesuaikan layanan digital dengan kebutuhan pengguna jasa dan kondisi geografis wilayah kepulauan.

Menurut dia, sebagian besar layanan ASDP di wilayah tersebut merupakan pelayaran perintis yang mendapat penugasan dari negara untuk menghubungkan masyarakat di pulau-pulau yang akses transportasinya masih terbatas. (Dul)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar